email : oerban.com@gmail.com

23.3 C
Jambi City
Sunday, February 8, 2026
- Advertisement -

Antara Membaca dan Mendengarkan: Mana yang Lebih Efektif untuk Belajar?

Populer

Oleh: Ihwang Syaputra*

Oerban.com — Setiap orang punya cara masing-masing dalam menyerap ilmu. Ada yang senang membaca buku dan tenggelam dalam deretan paragraf yang kaya makna. Ada pula yang merasa lebih paham saat mendengarkan penjelasan langsung dari orang lain. Mana yang lebih efektif? Jawabannya: tergantung pada siapa diri kita.

Belajar lewat membaca memang menawarkan banyak kelebihan. Kita bisa menambah kosakata, memahami konteks secara mendalam, dan merenungi tiap kalimat dengan kecepatan kita sendiri. Buku membuka ruang untuk berpikir dan mencerna secara perlahan.

Namun, tidak semua orang cocok dengan metode ini. Ada yang lebih nyaman ketika mendengarkan baik melalui diskusi, ceramah, atau audio podcast.

Nada suara, penekanan intonasi, bahkan emosi dalam penyampaian sering kali membantu seseorang memahami isi materi dengan lebih cepat dan melekat.

Yang terpenting bukan pada medianya, melainkan pada bagaimana kita mengenali cara kerja otak dan hati kita sendiri.

Apakah kita lebih mudah menangkap informasi lewat visual dan bacaan? Atau kita justru lebih hidup ketika mendengarkan dan berdiskusi? Tak ada jawaban tunggal. Kita sendirilah yang paling tahu.

Baca juga  Cara Mengatasi Rasa Kejenuhan Saat Berada Di Kereta Api

Dalam praktiknya, tak sedikit yang memilih menggabungkan keduanya. Misalnya, membaca terlebih dahulu untuk mendapat gambaran, lalu mendengarkan penjelasan untuk memperkuat pemahaman.

Atau sebaliknya mulai dari mendengarkan, lalu memperdalam lewat bacaan. Keduanya bisa saling melengkapi.

Namun ada satu kunci yang sering luput: belajar secara aktif. Apa pun metodenya, hasilnya akan jauh lebih bermakna jika kita terlibat penuh dengan mencatat poin-poin penting, membuat rangkuman, atau bahkan mengajukan pertanyaan. Sebab belajar bukan sekadar menerima, tapi juga mengolah dan mempertanyakan.

Belajar bukan tentang siapa yang paling cepat tahu, tapi siapa yang paling tahu cara belajar. Dan itu, hanya bisa ditemukan ketika kita jujur pada diri sendiri.

*Penulis merupakan Alumni UIN STS Jambi

Baca juga  PTM Harus Utamakan Kesehatan Lingkungan dan Siswa
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru