DI KABUPATEN BUNGO, KOMODITAS SAYURAN MENJADI PRIMADONA MENJELANG IDUL ADHA

oleh -29 views

Muaro Bungo, Oerban.com – Pendampingan dan bimbingan selalu diberikan oleh penyuluh pertanian guna menambah pengetahuan praktis seputar dunia pertanian. Disamping itu pertemuan dengan petani lainnya juga akan memberikan wawasan yang lebih luas dalam rangka meningkatkan produktivitas hasil pertanian demi menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional. Penyediaan pangan menjadi garda terdepan bagi Indonesia dalam menghadapai era New Normal ini. (30/07/2020)

Hal itulah yang terus mendorong Neneng Hawaliyah, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dengan wilayah binaan Dusun Sungai Arang, Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi selalu bersemangat dalam mendampingi Kelompok Tani Tunas Baru wilayah binaannya melaksanakan panen sayuran. Adapun sayuran yang dipanen kali ini diantaranya pare, kacang panjang, kangkung dan bayam.

“Komoditas sayuran menjadi primadona di masa New Normal ini. Untuk menghindari dan menyiasati anjloknya harga dari komoditas yang biasa di budidayakan petani, sebagian besar petani memanfaatkan lahan pertanian mereka dengan bertanam sayuran yang mana harga sayuran saat ini masih menjanjikan terutama komoditas kacang panjang, mentimun, pare dan sawi dimana harga di tingkat petani di banderol Rp. 6000,- untuk kacang panjang, Rp. 5000,- untuk timun, Rp. 55.000,- untuk sawi (Satu gendil/25 ikat) dan Rp. 6000,- untuk pare,” terang Neneng.

Dengan menggarap luas panen sebanyak 1,5 ha di lahan Dusun Sungai Arang, Hendri yang merupakan Ketua Kelompok Tani Tunas Baru melakukan panen tanaman sayuran tentunya dengan memperhatikan standar keamanan di tengah wabah Covid-19 sehingga menghasilkan produktivitas yang cukup besar.

Dibawah pengawalan dan pendampingan, Hendri bersama dengan anggota kelompok tani lainnya dengan semangat membara memanen lahan sayuran dengan mengikuti petunjuk teknis tentang pemanenan. Hal ini juga merupakan wujud program strategis Kostranai yang digagas oleh Kementerian Pertanian telah berjalan dengan baik, yaitu dengan mengoptimalkan peran BPP bagi petani dan pelaku pertanian lainnya.

Sinergi antara petani dan pihak – pihak terkait untuk menjamin mata rantai bisnis di sektor pertanian salah satunya komoditas hortikultura terus dijalin oleh Kementerian Pertanian. Dikatakan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi dibutuhkan peran penyuluh dan petani sebagai pelaku utama dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. “Dukungan dari penyuluh, petani dan petani milenial juga sangat dibutuhkan untuk mewujudkan gerakan ketahanan pangan nasional, untuk itu ayo bergerak bersama dari mulai hulu sampai hilir penyuluh, petani maupun petani milenial berperan penuh menyukseskan gerakan ini. Tetap semangat olah semangat tanam dan semangat panen, karena pertanian tidak berhenti,” tegas Dedi.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga tanaman sayuran cukup menjanjikan apalagi di tengah era New Normal, dapat dipastikan bahwa hasil dari panen sayuran ini akan sangat menguntungkan bagi petani. Untuk itu petani tetap mengatur jadwal tanam agar pada saat panen nantinya tidak terjadi penimbunan hasil yang bisa membuat anjloknya harga jual.

Penulis : Wahyudi. N
Editor : Tim Redaksi