email : oerban.com@gmail.com

28.4 C
Jambi City
Jumat, Agustus 6, 2021
- Advertisement -

IRA DAN MUTHIA DUA PENYAIR MUDA JAMBI YANG BERPRESTASI

Populer

Muaro Jambi, oerban.com – Pasca ditetapkan sebagai pemenang lomba puisi Bawaslu Provinsi Jambi pada 22 November lalu mengalahkan 200 peserta lain, Siti Saira dan Muthia Arrahmah membagikan pengalaman sekaligus kiat-kiat penulisan puisi kepada tim oerban.com (23/11) saat diwawancarai via telepon, kedua penyair muda ini bersuka cita atas hasil yang mereka dapatkan. Hal tersebut juga tidak membuat keduanya merasa jumawa.

Siti Saira (20) mahasiswa Pendidikan bahasa dan sastra indonesia Universitas Jambi yang menyabet juara 3 perlombaan tersebut dengan judul puisi sebelum sunyi mengatakan, keikutsertaannya dalam perlombaan ini dikarenakan ia tak ingin menghilangkan kesempatan yang ada. Ira mengaku inspirasinya dalam menulis puisi untuk lomba ini didasarkan pada keadaan pemilu yang dinilai kurang memuaskan. Ditambahkannya, puisi yang ia buat dibalut dengan diksi-diksi yang lembut sebagai nasehat karena menurutnya puisi merupakan titian, jalan untuk menyentuh jiwa.

“Puisi itu dibalut diksi yang lembut bukan marah-marah sehingga nanti timbul nasehat” kata ira. Tak hanya itu, Ira juga menyatakan bahwa ia takkan berhenti pada keberhasilannya ini. ia ingin terus berkarya, menjadi penyair besar yang bermanfaat dan rendah hati serta mampu memotivasi orang lain untuk terus berkarya. Kedepan kata Ira, ia ingin menerbitkan buku antologi puisi tunggal karyanya.

Baca juga  BISABANTU.COM, PLATFORM DONASI ONLINE PERTAMA DI JAMBI

Disisi lain, Muthia Arahmah (20) mahasiswa semester 5 pada jurusan yang sama dengan Ira sebagai juara harapan 1 lomba tersebut dengan judul puisi sepertiga suara menyatakan bahwa ciri khas puisinya berteman religi. Muthia menerangkan bahwa sangat sedikit orang-orang yang menuliskan puisi religi selama ini sehingga ia berinisiatif untuk menuliskan puisi religi. Ditambahkan Muthia, proses penulisan puisinya didasarkan oleh kondisi negara Indonesia yang berada dalam ambang masa. Sulit mencari kebenaran, apalagi dalam proses demokrasi. Muthia juga berkomitmen memberikan sentuhan hikmah dalam setiap puisinya. “Dengan memberikan syair yang penuh berkah, hikmah, dan indah tentunya akan terus berkarya tanpa henti” kata Muthia.

Baca juga  BISABANTU.COM, PLATFORM DONASI ONLINE PERTAMA DI JAMBI

Tak jauh berbeda dengan Ira, Muthia juga ingin menerbitkan antologi puisi tunggal karyanya. Soal kiat-kiat dalam menulis puisi keduanya mengatakan bahwa kuncinya ada pada kebiasaan membaca dan menulis, keridhoan orang tua, bimbingan dari guru, menerima kritik, serta menyerahkan hasilnya pada Allah. Kedua penyair muda yang sempat mewakili Jambi dalam kegiatan Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 28-31 Oktober ini juga berharap agar banyak pemudi Jambi yang bersemangat menulis serta menginspirasi orang lain.

Penulis: Novita Sari
Editor: Renilda Pratiwi Yolandini

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Berita Terbaru