Muara Bulian, Oerban.com — Upaya percepatan swasembada pangan terus dikawal secara aktif oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian (Kementan). Kali ini, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi melakukan pengawalan langsung terhadap Brigade Pangan (BP) Jawara yang berlokasi di Desa Olak Besar, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batang Hari.
Kunjungan ini turut dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Pendamping, Eko, yang selama ini mendampingi BP Jawara dalam kegiatan budidaya padi. Kepala Bapeltan Jambi, Sugeng Mulyono, S. TP., M. P. , hadir langsung ke lokasi untuk meninjau perkembangan lahan pertanian yang sebelumnya sempat dikunjungi Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono dan kini telah seluruhnya ditanami padi.
BP Jawara, yang dipimpin oleh Is Agriadi, merupakan salah satu brigade pangan aktif dengan total lahan garapan mencapai kurang lebih 200 hektare. Dikelola oleh 15 orang anggota, kelompok ini terus menunjukkan konsistensi dalam memperluas luas tambah tanam (LTT) sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.
“Dengan adanya pengawalan langsung dari Kepala Bapeltan Jambi dan dukungan dari Polbangtan Bogor, semangat anggota BP Jawara semakin meningkat untuk mengejar target tanam yang telah ditetapkan, termasuk di Desa Jelutih yang masih dalam wilayah Kecamatan Batin XXIV,” ujar Eko, Koordinator Penyuluh.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapeltan Jambi menyampaikan bahwa BP Jawara merupakan salah satu BP strategis karena lokasinya yang dekat dengan Kota Jambi dan sering menjadi lokasi kunjungan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam peningkatan luas tambah tanam (LTT) dan optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah diberikan Kementerian Pertanian.
“Bantuan alsintan dari Kementan harus dimanfaatkan dengan baik agar hasil panen meningkat dan target swasembada pangan bisa tercapai lebih cepat. Kami akan terus memantau dan mendampingi BP Jawara agar tetap menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya,” tegas Sugeng.
Dengan kolaborasi erat antara UPT Kementan, penyuluh, dan kelompok tani, harapan akan kemandirian pangan di Kabupaten Batang Hari dan sekitarnya semakin mendekati kenyataan.

