email : oerban.com@gmail.com

23.3 C
Jambi City
Tuesday, March 10, 2026
- Advertisement -

Percepat Pembangunan Storage Minyak Mentah, Menteri Bahlil Dinilai Paham Kondisi Nasional dan Geopolitik

Populer

Jakarta, Oerban.com – Langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang mendorong percepatan pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) minyak mentah di dalam negeri mendapat apresiasi positif.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis yang menunjukkan pemahaman mendalam terhadap kerentanan energi nasional serta dinamika geopolitik global yang kian tidak menentu usai Selat Hormuz ditutup oleh Iran akibat perang dengan AS.

Menanggapi hal tersebut Direktur Utama Lembaga kajian kebijakan ekonomi Indonesia Modernization and Policy Research Studies (IMPRES) Arif Rahman menilai bahwa kebutuhan minyak mentah dan BBM tanpa infrastruktur penyimpanan yang memadai sangat berisiko bagi kedaulatan negara.

Baca juga  Amerika Hentikan Produksi Minyaknya di Texas, Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis

Dengan mempercepat pembangunan storage, Indonesia tidak hanya meningkatkan stok penyangga (buffer stock), tetapi juga memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam perdagangan internasional.

Menjawab Tantangan Ketahanan Energi

Selama ini, cadangan operasional minyak Indonesia dianggap hanya mampu bertahan 20 hari. Menteri Bahlil melihat celah ini sebagai prioritas yang harus segera dibenahi. Bahkan ia berencana membangun storage untuk ketahanan energi selama 90 hari atau 3 bulan.

“Langkah Menteri Bahlil ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya mitigasi risiko nasional. Beliau memahami bahwa di tengah konflik global yang bisa memutus jalur logistik kapan saja, memiliki cadangan di tanah air sendiri adalah harga mati,” ujar Arif di Jakarta.

Baca juga  Ekspor Minyak Mentah AS ke China Capai Level Tertinggi dalam 5 Bulan Terakhir

Selain itu IMPRES juga menilai rencana Menteri Bahlil membangun storage dengan membuka kolaborasi dengan pihak swasta melalui skema investasi adalah langkah yang tepat untuk mempercepat realisasi proyek penyimpanan minyak mentah di titik-titik strategis Indonesia.

Upaya ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan teknis Menteri Bahlil tidak lagi ingin Indonesia hanya menjadi “penonton” dalam pasar energi global, melainkan pemain yang memiliki ketahanan mandiri dan tangguh terhadap guncangan luar.

Editor: Alfi Fadhila 

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru