Jambi, Oerban.com — Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi kembali menyelenggarakan Jambi Berswara Volume 26 pada Senin (9/3/2026). Kegiatan yang mengangkat tema “Urban Farming Mendukung Program MBG: Hijaukan Kota, Sehatkan Keluarga, Hidroponik Solusinya!” ini dilaksanakan secara live streaming melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube, dengan lokasi siaran langsung dari P4S Adipura Hidroponik Jambi.
Kegiatan ini menghadirkan Yandri, Ketua P4S Adipura Hidroponik Jambi, serta Dr. Lisa Marianah, S.P., M.P., Widyaiswara Bapeltan Jambi sebagai narasumber. Jalannya diskusi dipandu oleh Dyah Nastiti Anindita, M.Sc, Widyaiswara Bapeltan Jambi yang bertindak sebagai moderator.
Program Jambi Berswara merupakan salah satu media diseminasi informasi dan edukasi yang digagas oleh Bapeltan Jambi untuk menyebarluaskan pengetahuan, inovasi, serta praktik baik di bidang pertanian kepada masyarakat luas.
Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi, Sugeng Mulyono, S.TP., M.P. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa pengembangan urban farming melalui sistem hidroponik menjadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan.
Menurutnya, hidroponik memungkinkan masyarakat tetap dapat menanam sayuran secara efektif meskipun berada di lingkungan dengan lahan terbatas. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan bagi peserta, khususnya petani dan generasi muda, untuk mengembangkan usaha pertanian perkotaan yang produktif dan bernilai ekonomi.
Sugeng juga mencontohkan praktik yang telah berkembang di P4S Adipura Hidroponik Jambi yang menunjukkan bahwa usaha hidroponik memiliki prospek pasar yang cukup baik. Produksi sayuran hidroponik di lokasi tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan karena didukung oleh permintaan pasar yang stabil.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa urban farming merupakan kegiatan budidaya tanaman, ternak, atau ikan di wilayah perkotaan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan ruang hijau di lingkungan perkotaan. Seiring meningkatnya jumlah penduduk di kota, lahan pertanian semakin terbatas sehingga diperlukan inovasi budidaya seperti hidroponik yang dapat dilakukan di lahan sempit tanpa menggunakan tanah.
Hidroponik dinilai menjadi salah satu metode budidaya yang cukup populer di perkotaan karena lebih praktis, efisien, serta mampu menghasilkan sayuran berkualitas dengan nilai jual yang baik. Sistem ini menggunakan air bernutrisi sebagai media tanam sehingga tanaman dapat tumbuh lebih cepat dan relatif mudah dalam perawatannya.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung budidaya hidroponik di lokasi P4S Adipura Hidroponik. Pada sesi tersebut, narasumber memperagakan cara meracik larutan nutrisi hidroponik menggunakan AB mix serta menjelaskan teknik pemeliharaan instalasi hidroponik agar tetap bersih dan terhindar dari serangan hama dan penyakit tanaman.
Dari sisi usaha, hidroponik juga memiliki peluang ekonomi yang cukup menjanjikan. Dengan pengelolaan yang baik serta menjaga kualitas produk, sayuran hidroponik bahkan dapat dipasarkan hingga ke pasar modern seperti supermarket dan pusat perbelanjaan.
Melalui kegiatan Jambi Berswara, Bapeltan Jambi berharap semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk mengembangkan budidaya sayuran hidroponik di lingkungan masing-masing. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih hijau, meningkatkan kesehatan keluarga, sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor pertanian perkotaan.
Editor: Alfi Fadhila

