email : oerban.com@gmail.com

29.8 C
Jambi City
Monday, March 9, 2026
- Advertisement -

Bapeltan Jambi Memfasilitasi dan Ikut Serta Pembahasan Hasil Pemantauan RPATA Cetak Sawah Rakyat Tahun 2025/2026

Populer

Jambi, Oerban.com – Dalam upaya mempertahankan swasembada pangan nasional di tahun 2026, perlu terus diperkuat berbagai langkah strategis dan kolaboratif. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui monitor dari program RPATA Cetak Sawah Rakyat (CSR) serta penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan guna memastikan percepatan tanam padi berjalan optimal di berbagai daerah sentra produksi.

Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi menjadi tuan rumah Monitoring Pembahasan Hasil Pemantauan RPATA CSR tahun 2026. Rapat monitoring ini dilaksanakan di Aula Sultan Thaha Bapeltan Jambi pada Senin (9/3/2026).

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kegiatan dan sekaligus merumuskan langkah percepatan cetak sawah rakyat dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional.

Baca juga  Dukung Pengembangan Pembelajaran Budidaya Lebah Madu Bapeltan Jambi Tanam Akasia Di Lahan Praktik

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Plt.Kepala Bapeltan Jambi Yaitu Sugeng Mulyono S.Pt. M.P, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir.

Bapeltan Jambi menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif lembaga dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian, khususnya melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian serta koordinasi dengan PPK dan pendamping di lapangan.

Kegiatan ini di hadiri Perwakilan Kadis TPHP. Prov. Jambi, perwakilan Polbangtan Bogor, perwakilan KA.BB BRMP/ PJ SSP Prov. Jambi, PPK. Pengawas dan Pelaksana CSR KAB. Batanghari dan Sarolangun, dan Tim LO.BP. Kab/ Propinsi.

Baca juga  Sekretaris BPPSDMP Kementan Ikut Memeriahkan HUT Bapeltan Jambi Ke -41

Rapat koordinasi di Pimpin langsung oleh team dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian. Dalam paparannya, team Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian mendapatkan beberapa kegiatan cetak sawah rakyat yang belum maksimal.

Khusus daerah Batanghari dan Sarolangun, berdasarkan data yang telah di laporkan progres capaian per 28 Februari 2026 belum mencapai 100 persen dari total targetnya yaitu 1.035,28 hektare hanya seluas 732. 73 hektare yang sudah selesai atau sekitar.70,78 persen.

Laporan dari para Kodim sebagai penanggung jawab CSR khususnya di daerah Batanghari dan Sarolangun penyebab belum siap tanam lahan CSR adalah belum tersedianya Saprodi, olah lahan yang belum selesai, kerelaan dari masyarakat untuk lahannya dipakai, belum tersedianya bibit di daerah yang di lakukan CSR, ada lahan yang teredam banjir, dan ada lahan yang belum tersambung dengan sumber air.

Baca juga  Bapeltan Jambi Gelar Halalbihalal sebagai Penyemangat Aktivitas setelah Lebaran sekaligus Memperkuat Silaturahmi dan Kebersamaan

Wahyu sebagai konsultan pengawas merekomendasikan mencari lahan baru bagi petani yang tidak mau dilakukan cetak sawah untuk mencapai target. Permasalahan banjir merupakan kendala yang dihadapi dalam proses capaian target cetak sawah merupakan faktor alam dan kita tidak bisa berbuat banyak.

Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, serta para pelaku pembangunan pertanian, diharapkan padi di Provinsi Jambi terutama di Daerah Kabupaten Batanghari dan Sarolangun dapat berjalan lebih optimal sehingga target swasembada pangan nasional dapat dipertahankan.

Editor: Alfi Fadhila 

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru