Oleh: Alpian Putra Zega∗
Oerban.com – Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November bukan hanya momentum peringatan yang dirayakan secara seremonial belaka. Namun, pada peringatan hari guru nasional kali ini harus menjadi refleksi para pemangku kebijakan pendidikan atau penguasa negara terhadap urgensi meningkatkan kesejahteraan guru.
Guru bukan hanya tokoh yang mendapatkan julukan pahlawan tanpa tanda jasa saja. Era digital ini guru harus mendapatkan perlindungan hukum, sebab tantangan mendidik anak sangat berat. Berbeda dengan zaman pada tahun 80-an/90-an, guru mendidik muridnya dengan pendekatan otoriter. Kalau diterapkan era digital ini sangat tidak relevan apabila guru menerapkan metode belajar kuno.
Dalam hal ini, guru harus mendapatkan perhatian khusus dalam upaya peningkatan kompetensi digital untuk menunjang keberhasilannya dalam membagikan ilmu kepada muridnya. Selain itu, guru harus mampu menjadi pribadi yang menyenangkan bagi murid-muridnya.
Kehadiran guru yang menyenangkan sangat dibutuhkan murid saat ini. Sebelum mengajar guru perlu memahami karakteristik murid, agar memudahkan dalam pemetaan kebutuhan belajar murid. Mulai dari mengidentifikasi minat dan bakat murid dengan melaksanakan tes minat dan bakat murid.
Guru dituntut menjadi sosok multitalenta, dia hadir sebagai pengganti ayah dan ibu di sekolah. Berikanlah kasih sayang yang tulus dan ikhlas kepada murid-murid. Jika ada murid yang tidak semangat belajar, dekatilah, rangkulah, dan ajaklah bercerita. Jadilah guru sebagai pendengar yang baik untuk murid-muridnya. Tanggung jawab mendidik murid tidak sepenuhnya dilakukan oleh guru, dalam proses pendidikan anak guru dan orang tua harus bersinergi.
Dalam menghadapi murid yang tidak mau mengerjakan tugas atau mengikuti kegiatan pembelajaran. Jangan sekali-kali memarahinya, karena sekali memarahinya dia akan terus tidak mau mengikuti kegiatan pembelajaran. Guru harus selalu menasehati dan memotivasi, untuk membangkitkan semangat murid dalam pembelajaran mulailah dengan permainan atau energizer yang menyenangkan dan menyegarkan fikiran.
Oleh karena itu, mari bersama kita jadikan momentum peringatan hari guru nasional sebagai refleksi bagi guru terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas diri, demi terwujudnya masyarakat yang cerdas dan berakhlak mulia. Guru merupakan profesi yang sangat mulia, kedudukan ini yang terus dijaga dengan menjadi teladan bagi murid-muridnya.
∗Penulis merupakan seorang guru.

