73 TAHUN KEMERDEKAAN : PENDIDIKAN INDONESIA MASIH BELUM MERDEKA

oleh

Oleh : Lia Kartina

Indonesia memasuki era emas di tahun 2020 nanti. Hal ini karena Indonesia akan mengalami yang namanya bonus demografi, apa itu bonus demografi? Sebelum memasuki pengertian bonus demografi marilah kita pahami terlebih dahuli makna dari kata demografi. Demografi sejatinya berasal dari bahasa latin, demos dan nomos. Demos dan nomos adalah catatan mengenai rakyat dan penduduk. Sedangkan menurut Wongboonsin(2003) bonus demografi (demographic dividen) adalah keuntungan ekonomis yang disebabkan menurunnya rasio ketergantungan jumlah penduduk, sebagai hasil fertilitas jangka panjang. Menurut BKKBN (2013), lembaga negara ini mengartikan bahwa onus demografi adalah keuntungan jumlah penduduk yang dinikmati negara.

Sebagai akibat dari besarnyaproporsi penduduk produktif yang ada dalam masyarakat. Sedangkan menurut Jimmy Ginting (2016), memberikan definisi bonus demografi yang ledakan usia produktif yang akan terjadi di Indonesia pada tahun 2020 sampai 2030. Berdasarkan pengertian dari beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa domus demografi adalah suatu keadaan dimana Indonesia akan mengalami penduduk yang usia produktif jauh lebih besar dari pada penduduk yang usia non produktif pada tahun 2020 sampai tahun 2030, usia produkti adalah usia 15 tahun sampai dengan 64 tahun.

Bonus demografi ini haruslah dapat diimbangi dengan pendidikan yang berkualitas dari para pemuda dan pemudi Indonesia. Menurut teori John Stuart Mill yang termuat dalam situs berita kompasiana, produktivitas berbanding lurus dengan pendidikan. Namun jika kita berkaca kondisi pendidikan di Indonesia saat ini sedang mengalami penjajahan. Seperti dilansir oleh CNN Indonesia, UNDP (united nation development programs) mencatat bahwa indeks pembangunan manusia Indonesia pada tahun 2015 sebesar 0,689 dan berada di tingkat 113 dari 188 negara di dunia. Ini kualitas SDM Indonesia menurut tingkat pendidikannya relatif masih rendah. Hal ini ditenggarai karena masyarakat belum mendapatkan pendidikan yang layak.