Sungai Penuh, Oerban.com – Universitas Jambi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu perwujudan tridharma perguruan tinggi yang dilaksanakan di Kelurahan Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini mengusung tema “Inovasi Batik Berbasis Color Changing-Sun Activated Sebagai Upaya Melestarikan Warisan Budaya Batik Jambi”.
Sebagai sumber daya, nilai budaya lokal batik Jambi motif Sungai Penuh ini dipandang sebagai salah satu motor penggerak dalam menggerakkan ekonomi, upaya peningkatan kapasitas, keahlian dan membangun reputasi daerah. Namun pada kenyataannya, pembangunan dan pengembangan Batik Jambi motif Sungai Penuh tampaknya masih relatif stagnan. Jumlah permintaan dan peminat batik ini masih belum banyak berkembang dari tahun ke tahun.
Dalam upaya untuk mempertahankan eksistensi dan daya saing terhadap pasar industri batik, berbagai kegiatan pameran, promosi telah diikuti oleh Kelompok Komunitas Batik Sungai Penuh. Dari hasil observasi terhadap pengrajin batik dan pengusaha batik, daya saing batik Jambi motif Sungai Penuh belum terlalu banyak berkembang dibanding dengan batik khas nusantara lainnya. Oleh karena itu sangat diperlukan inovasi agar batik Jambi motif Sungai Penuh tetap dikenal dan bertahan di pasar lokal, dan dapat menambah peminat di pasar nasional.
Baca juga: Fakultas Sains dan Teknologi Unja Adakan Sosialisasi Pengelolaan Air Berkelanjutan | OERBAN.COM
Tim Pengabdian Universitas Jambi yang terdiri Ketua Dr. Mia Aina, S.Pd, M.Si, dan anggota Prof. Drs. Damris M, M.Sc., Ph.D , Dr. Diah Riski Gusti, S,Si., M,Si, Dr. Intan Lestari, S.Si., M.Si dan Martina Asti Rahayu, S.Pd., M.Si menawarkan suatu inovasi batik berbasis Color Changing-Sun Activated . Inovasi ini disambut baik oleh Komunitas Batik Sungai Penuh. Inovasi yang dilakukan pada program ini adalah menggunakan pewarna fotokromik. Dasar dari pewarnaan fotokromik ini adalah adanya fenomena perubahan warna reversibel yang diinduksi oleh cahaya dalam molekul photochromic, sehingga spesies molekul ada dalam dua bentuk yang berbeda. Dua bentuk molekul yang berbeda ini menghasilkan warna yang berbeda pula. Secara praktis dapat diamati bahwa, pewarnaan fotokromik menyebabkan produk batik yang diaplikasikan memiliki warna tampilan yang berubah ketika terkena pancaran sinar matahari/ panas (color changing -sun activated).


