BERBAGAI PILIHAN SETELAH LULUS S1

oleh -66 views
Sumber foto: https://images.app.goo.gl/vr3gSFxA2iSoAhgw8

Oerban.com – Pendidikan menurut pandangan para ahli harus mendapatkan prioritas tinggi. Saking pentingnya, aspek pendidikan bahkan menjadi salah satu indikator penilaian indeks pembangunan manusia (human development index) di Indonesia dan di dunia.

Bangsa-bangsa di dunia mencapai banyak kemajuan dalam pembangunan karena warganya memiliki pendidikan yang baik. Dengan kualitas sumber daya manusia yang tinggi, maka akselerasi pembangunan diharapkan menjadi lebih baik.

Sangat wajar jika kita sepakati bahwa pendidikan itu sangat penting. Bukan sekadar untuk mendapatkan gelar, melainkan untuk meraih ilmu pengetahuan dan teknologi. Sampai- sampai Bapak Bangsa Indonesia,  Bung Karno, menyerukan agar generasi muda Indonesia ’’ belajar hingga ke negeri Cina’’ Bung Karno, menyerukan agar generasi muda Indonesia “belajar hingga ke negeri Cina.”

Kini, banyak orang yang bisa mendapatkan pendidikan tinggi. Dunia pendidikan masa kini jauh lebih maju daripada zaman Orde Lama dulu. Orang berijazah “insinyur” dulu sangat langka. Orang berijazah “dokter” dulu sangat terbatas.

Peluang untuk mendapatkan pendidikan belakangan ini dan nanti sangat terbuka. Siapa pun mendapatkan kesempatan untuk menikmati pendidikan, bahkan hingga ke perguruan tinggi. Peluang ini hanya bisa diambil oleh mereka yang bersungguh-sungguh. Artinya, yang bersangkutan harus menyiapkan diri dan berusaha keras untuk meraih pendidikan yang diidam-idamkan.
Melihat kesempatan pendidikan yang semakin terbuka, sebagian orang tidak merasa cukup dengan S1. Mereka  berniat melanjutkan pendidikan hingga S2, bahkan S3. Mereka belum puas dengan latar belakang pendidikan S1, sehingga berhasrat melanjutkan program belajar ke jenjang yang lebih tinggi.
Yang perlu dipertimbangkan, apakah akan bekerja dulu setamat S1 baru kemudian melanjutkan ke S2, atau langsung ke S2 tanpa mesti bekerja, atau ada pilihan lain. Semua pilihan adalah baik, sesuai dengan waktu dan kondisi masing-masing individu.
Berikut ini kita bahas tiga alternatif yang memungkinkan sehingga hasrat untuk mendapatkan pendidikan lebih tinggi bisa menjadi kenyataan.

Pertama, kuliah sambil kerja. Banyak generasi muda yang usai kuliah S1 langsung mencari pekerjaan. Mereka memilih jalan ini agar tidak terus-menerus membebani orang tua. Nah, setelah bekerja beberapa tahun, barulah mereka melanjutkan studi ke jenjang strata 2 (master atau magister). Orang yang memilih jalan ini harus pintar mengatur waktu. Karena, menjalani dua aktivitas yang berbeda, yaitu kerja dan kuliah sekaligus relatif berat. Manajemen waktu menjadi sangat penting.  Orang harus menyiapkan energi, waktu, dana yang cukup untuk itu. Bagi yang sudah berumah tangga, sudah seharusnya keluarga memberi dukungan. Yang terpenting dari semua yang dibutuhkan adalah kemampuan mengatur waktu.

Kedua, bekerja dulu, lalu kuliah. Ini juga salah satu pilihan. Banyak orang memilih cara kedua ini dengan bantuan beasiswa. Ada yang mengejar beasiswa dalam negeri seperti LPDP-Kementerian Keuangan RI; juga beasiswa luar negeri seperti Fulbright – beasiswa AS, Chevening – beasiswa Inggris; AAS – beasiswa Pemerintah Australia. Jika berhasil meraih salah satu dari beasiswa belajar tersebut, maka permasalahan biaya pendidikan dan biaya hidup di rantau tak akan menjadi masalah.
Ketiga, tamat S1 langsung ke S2 tanpa jeda. Bagi sebagian di antara mereka yang memiliki semangat belajar, sesudah menamatkan S1 memilih langsung melanjutkan pendidikan ke tingkat master. Yang bersangkutan bisa memilih kuliah di dalam negeri atau di luar negeri. Syukur-syukur dapat beasiswa. Atau, syukur-syukur orang tua masih memiliki kemampuan membiayai sehingga bisa fokus belajar.

Yang terakhir ini lumayan banyak dipilih, salah satunya, adalah agar bisa sekalian kuliah hingga tingkat master. Setelah tamat baru fokus bekerja. Dengan bekal pendidikan pascasarjana, mereka berharap mendapat penghasilan yang lebih baik ketika bekerja daripada mereka yang berpendidikan di bawahnya. 

Itulah beberapa pilihan yang mungkin diambil. Apakah  akan melanjutkan kuliah tanpa atau sambil kerja, terserah. Yang paling utama adalah, jangan pernah berhenti menimba ilmu. Raih ilmu setinggi mungkin. Jangan terlalu merisaukan masalah umur, karena belajar bisa dijalani sepanjang usia. John Dewey pernah berujar, ” Education is not preparation for life, it is life itself.”

Penulis: NurJannah
Editor: Renilda Pratiwi Yolandini