email : oerban.com@gmail.com

23.2 C
Jambi City
Sunday, April 19, 2026
- Advertisement -

BMKG Peringatkan Potensi Banjir di Provinsi Jambi, Warga Diminta Waspada

Populer

Kota Jambi, Oerban.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini pada Jumat (14/3/2025), terkait potensi curah hujan tinggi yang diperkirakan berlangsung hingga awal April 2025.

Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir dengan tingkat keparahan berbeda di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi. BMKG mengklasifikasikan risiko banjir ke dalam dua kategori, yakni rendah dan menengah.

Sejumlah wilayah di Jambi diprediksi mengalami banjir dengan kategori menengah, yang berarti kemungkinan terjadi genangan cukup tinggi di beberapa titik, berisiko menghambat aktivitas warga, dan dapat mempengaruhi sektor transportasi serta ekonomi.

Di Kabupaten Batanghari, wilayah yang masuk dalam kategori ini adalah Kecamatan Bathin Dua Puluh Empat dan Pemayung. Di Kabupaten Bungo, potensi banjir menengah mengancam wilayah Bathin Tiga, Pasar Muara Bungo, dan Tanah Sepenggal. Di Kota Jambi, daerah yang memiliki risiko banjir menengah meliputi Kecamatan Danau Teluk, Jelutung, Jambi Selatan, Pasar Jambi, dan Telanaipura.

Baca juga  Gubernur Jambi Al Haris Imbau Warga Waspada Banjir Akibat Curah Hujan Tinggi

Sementara itu, Kabupaten Merangin juga memiliki beberapa titik yang berisiko, di antaranya Kecamatan Pamenang, Pamenang Barat, dan Pamenang Selatan. Di Muaro Jambi, kecamatan yang perlu mewaspadai banjir menengah mencakup Jambi Luar Kota, Kumpeh Ulu, Maro Sebo, Mestong, dan Sekernan.

Tak hanya itu, Kabupaten Sarolangun juga memiliki daerah yang berisiko banjir menengah, seperti Kecamatan Bathin Delapan, Pelawan, dan Sarolangun. Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan adalah Kecamatan Merlung, Tebing Tinggi, dan Tungkal Ulu. Sedangkan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, potensi banjir menengah terdeteksi di Kecamatan Mendahara Ulu. Adapun di Kabupaten Tebo, wilayah yang memiliki risiko menengah mencakup Kecamatan Rimbo Bujang dan Rimbo Ulu.

Warga di daerah-daerah ini diimbau untuk tetap siaga terhadap kemungkinan luapan sungai, genangan di permukiman, serta dampak lainnya seperti kerusakan jalan dan aksesibilitas yang terganggu.

Baca juga  Siaga Karhutla, Gubernur Al Haris: Kita Sudah Siapkan Personil

Selain wilayah dengan potensi banjir menengah, sejumlah kecamatan di Jambi diprediksi mengalami banjir dengan kategori rendah. Meskipun dampaknya tidak sebesar kategori menengah, masyarakat tetap perlu waspada, terutama terhadap potensi genangan di area rawan.

Di Kabupaten Batanghari, banjir rendah diperkirakan terjadi di Kecamatan Bathin Dua Puluh Empat, Marosebo Ilir, Marosebo Ulu, Mersam, Muara Bulian, Muara Tembesi, dan Pemayung. Di Kabupaten Bungo, daerah yang masuk dalam kategori ini mencakup Bathin Dua Babeko, Bathin Dua Pelayang, Bathin Tiga Ulu, Jujuhan, Jujuhan Ilir, Limbur Lubuk Mengkuang, Muko-Muko Bathin Tujuh, Pelepat, Pelepat Ilir, Rantau Pandan, Tanah Sepenggal Lintas, dan Tanah Tumbuh.

Di Kabupaten Kerinci, potensi banjir rendah ada di Kecamatan Air Hangat, Batang Merangin, Bukit Kerman, Danau Kerinci, Gunung Kerinci, dan Siulak Mukai. Di Kota Jambi, wilayah yang diperkirakan mengalami banjir rendah meliputi Kecamatan Jambi Timur, Kota Baru, dan Pelayangan. Sementara di Kota Sungai Penuh, potensi banjir rendah terdeteksi di Kecamatan Kumun Debai.

Untuk Kabupaten Merangin, beberapa daerah yang masuk dalam kategori banjir rendah meliputi Kecamatan Bangko Barat, Batang Masumai, Jangkat, Lembah Masurai, Margo Tabir, Muara Siau, Nalo Tatan, Pangkalan Jambu, Sungai Manau, Tabir, Tabir Ilir, Tabir Selatan, Tabir Timur, dan Tian Pumpung. Di Kabupaten Muaro Jambi, potensi banjir rendah diprediksi terjadi di Kecamatan Jambi Luar Kota, Kumpeh, Kumpeh Ulu, Maro Sebo, Mestong, Sekernan, Sungai Bahar, dan Taman Rajo.

Selain itu, Kabupaten Sarolangun memiliki beberapa daerah dengan potensi banjir rendah, seperti Kecamatan Batang Asai, Limun, Mandiangin, dan Pauh. Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, daerah yang berisiko banjir rendah adalah Kecamatan Batang Asam, Merlung, Tebing Tinggi, dan Tungkal Ulu. Sementara di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, banjir rendah diperkirakan terjadi di Kecamatan Berbak dan Mendahara Ulu.

Baca juga  Gempa M 6,4 Mengguncang Yogyakarta, Ini Rekomendasi Badan Geologi

Di Kabupaten Tebo, beberapa kecamatan yang masuk dalam kategori ini adalah Koto Ilir Tujuh, Koto Tujuh, Muara Tabir, Rimbo Bujang, Rimbo Ulu, Serai Serumpun, Sumay, Tebo Ilir, Tebo Tengah, Tebo Ulu, dan Tengah Ilir.

Meskipun kategori banjir rendah menunjukkan dampak yang lebih ringan dibandingkan banjir menengah, masyarakat tetap diimbau untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi cuaca, terutama jika intensitas hujan meningkat dalam waktu singkat.

BMKG meminta masyarakat di wilayah-wilayah yang telah disebutkan untuk tetap siaga dan melakukan langkah antisipasi, seperti membersihkan saluran air, menyiapkan perlengkapan darurat, serta mengikuti informasi cuaca terbaru.

Selain itu, pemerintah daerah dan instansi terkait diimbau untuk melakukan langkah-langkah mitigasi guna meminimalisir dampak banjir, termasuk menyiapkan posko siaga, mengevakuasi warga jika diperlukan, serta memastikan jalur evakuasi tetap aman.

BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan pembaruan terkait kondisi terkini guna memastikan keselamatan masyarakat di Provinsi Jambi.

Baca juga  PERLUNYA SINERGISITAS ANTAR LEMBAGA DALAM MITIGASI IKLIM, BAPELTAN JAMBI BAWA PESERTA PELATIHAN KE STASIUN BMKG JAMBI

Editor: Ainun Afifah

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru