Palembang, Oerban.com – Upaya memperkuat daya saing kelapa sawit rakyat terus digencarkan. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi menggelar pelatihan intensif bagi pekebun di Sumatera Selatan, dengan fokus pada pemanfaatan sarana dan prasarana kebun serta pemetaan lahan berbasis teknologi digital.
Kegiatan yang digelar di sejumlah kabupaten sentra sawit seperti Musi Banyuasin, Musi Rawas, dan Ogan Komering Ilir ini diikuti oleh puluhan pekebun rakyat, kelompok tani, dan keluarga pekebun. Melalui program ini, para peserta dibekali keterampilan praktis mulai dari perawatan jalan kebun, sistem drainase, penggunaan alat panen dan pasca panen, hingga pemetaan lahan yang akurat untuk mendukung peremajaan sawit rakyat.
“Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik lapangan agar pekebun mampu menerapkan langsung di kebun mereka. Tujuan utama kami adalah mendorong petani sawit rakyat menjadi lebih profesional, produktif, dan berkelanjutan,” ujar salah satu perwakilan Bapeltan Jambi.
Pemetaan Digital Jadi Kunci
Salah satu materi utama dalam pelatihan adalah pemetaan lahan berbasis teknologi digital. Dengan pemetaan yang akurat, pekebun dapat mengetahui batas kebun secara jelas, menghindari konflik lahan, serta memperoleh data valid untuk mengakses program pemerintah maupun sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).
Selain itu, pengelolaan sarana prasarana kebun juga ditekankan sebagai faktor penting untuk meningkatkan efisiensi. Infrastruktur yang memadai, seperti jalan kebun yang terawat dan sistem drainase yang baik, diyakini dapat mempercepat proses panen, mengurangi kerugian hasil, dan meningkatkan kualitas tandan buah segar (TBS).
Sawit Rakyat Lebih Kompetitif
Perwakilan BPDP menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM menjadi langkah strategis agar sawit rakyat bisa naik kelas. “Sawit rakyat adalah tulang punggung industri sawit nasional. Jika petani dibekali dengan keterampilan yang tepat, mereka akan lebih siap menghadapi tuntutan pasar global, termasuk isu keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.
Para peserta juga mengaku mendapat banyak manfaat dari kegiatan ini. Mereka menilai pelatihan langsung di lapangan memudahkan pemahaman, terutama terkait penggunaan teknologi pemetaan yang sebelumnya jarang mereka kuasai.
Sinergi dan Harapan
Meski disambut antusias, tantangan yang dihadapi petani tidaklah kecil. Keterbatasan modal, akses terhadap peralatan modern, serta infrastruktur yang belum merata masih menjadi kendala utama. Karena itu, dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak dinilai sangat penting agar hasil pelatihan dapat benar-benar terimplementasi.
Program kolaborasi BPDP dan Bapeltan Jambi ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan kelompok tani bisa melahirkan solusi nyata. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan diperluas ke berbagai daerah lain agar semakin banyak pekebun sawit rakyat yang mampu mengelola kebun secara produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Dengan adanya pelatihan sarana dan prasarana kebun sawit ini, diharapkan petani di Sumatera Selatan tidak hanya mampu meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperkuat posisi sawit rakyat sebagai penopang ekonomi nasional sekaligus pemain penting dalam rantai pasok global.
Editor: Ainun Afifah

