Oerban.com – Pertengahan tahun 2025 ini, media sosial sempat dihebohkan oleh berita ulang tahun seorang influencer besar yang memberikan hadiah fantastis kepada penggemarnya untuk memperingati hari ulang tahunnya yang ke-27 tahun.
Sebagai bentuk rasa syukur, influencer tersebut memberikan hadiah sebesar hampir 800 juta kepada 10 orang penggemar. Salah satu warga Indonesia berhasil memenangkan hadiah tersebut. Akun instagram @nurmadw99 merupakan 1 dari 10 akun yang diumumkan sebagai pemenang dari giveaway yang diselenggarakan oleh sang influencer.
Namun, terdapat hal yang mengejutkan, beberapa waktu setelah pengumuman kemenangan, akun tersebut kemudian hilang akibat dilaporkan oleh beberapa akun tidak bertanggung jawab. Tidak diketahui apa motif dari tindakan tersebut, tetapi tindakan ini sangat merugikan orang lain.
Fenomena ini sudah pernah di bahas dalam ilmu psikologi loh. Di beberapa penelitian, sifat seperti ini sudah di golongkan ke dalam penyakit mental atau yang biasa di kenal sebagai mental kepiting (crab mentality).
Crab Mentality merupakan istilah psikologis yang digunakan untuk menggambarkan kepribadian seseorang yang cenderung egois dan cemburu terhadap pencapaian orang lain.
Seseorang yang memiliki crab mentality cenderung berprinsip, “bila saya tidak dapat memilikinya, maka orang lain juga tidak akan mendapatkannya.” Sifat ini tentunya membuat seseorang sulit berkembang karena fokus untuk menjatuhkan orang lain.
Pada dasarnya setiap orang tentu memiliki jiwa kompetitif untuk bersaing dan mencapai tujuan. Akan tetapi, pada individu yang memiliki mental “kepiting” mereka akan berusaha melakukan segala upaya untuk menjatuhkan orang lain bahkan tak jarang dari mereka yang mengajak orang lain untuk membenci kompetitornya.
Sifat ini bila terus dibiarkan justru akan berbalik menghancurkan dirinya sendiri. Alih-alih ingin menjatuhkan orang lain, saat dia fokus menjatuhkan orang lain, tanpa sadar dia terlalu sibuk dan lupa mengembangkan diri.
Dalam penelitiannya, Rizal Fadli (2023) menjelaskan bahwa saat manusia berada pada posisi yang kuat dan aman. Secara otomatis otak akan memberikan serotonin (hormon yang meningkatkan perasaan senang dan kenyamanan).
Berbanding terbalik jika seseorang berada di posisi yang lemah, maka otak akan memberikan kortisol (hormon stres). Secara tidak disadari ketika seseorang berada pada titik lemah (merasa kalah dari orang lain), maka seseorang tidak akan senang dalam posisi tersebut.
Perasaan tidak senang yang berlebihan ini dapat menyebabkan Crab Mentality. Seperti perasaan iri, kurang percaya diri, ketergantungan berkelompok, malu, dendam, atau kompetitif. Karena secara alami otak akan memberikan hormon kortisol.
Orang yang mempunyai sifat dengki di dalam hatinya tidak akan senang apabila orang lain memperoleh keberuntungan. Orang dengan sifat dengki ini cenderung mengharapkan dan berusaha supaya nikmat yang diperoleh orang lain hilang, sehingga nikmat tersebut bisa didapatkan oleh dirinya bukan kepada orang lain (Fachruddin HS,1992).
Dengan adanya pembahasan mengenai Crab Mentality ini kita semakin paham bahwa pentingnya kesadaran untuk berbagi kebahagiaan dan kebahagiaan atas pencapaian orang lain.
Jika hanya fokus kepada rasa iri dan tidak suka terhadap pencapaian orang lain, akan membuat kita tidak berkembang dan cenderung membuat diri kita selalu merasa hebat. Lebih baik, keberhasilan orang lain juga menjadi sumber kebahagiaan bagi diri kita dan motivasi diri untuk dapat mencapai hal serupa. Karena pada dasarnya persaingan itu tetap ada, namun tidak untuk saling menjatuhkan.
Penulis: Nanda Alia Putri, S.Psi
Sumber Referensi:
1. Indriyani, Safitri Nur Endah, dkk. (2023). Crab Mentality : Penyakit Mental Interaksi Sosial. Jurnal Manajemen Pendidikan. Vol 1(1) Hal 177-183.
2. Rahmawati Windi, Asbari Masduki. (2023). Crab Mentality : Penyakit Mental Susah Melihat Orang Senang dan Senang Melihat Orang Lain Susah. Vol 1(1) Hal 72-74
3. Sauri Sopyan, Syukron Ahmad, dkk (2023). Crab Mentality Dalam Perspektif Al-Qur’an (Studi Analisis Tafsir Tematik). Vol 8 (2). Hal 179-197.

