email : oerban.com@gmail.com

24.4 C
Jambi City
Thursday, April 16, 2026
- Advertisement -

Dugaan Pengaturan Tender di Jambi: Rekanan Merasa Dizalimi, Pemenang Justru Penawar Tertinggi

Populer

Kota Jambi, Oerban.com – Dugaan pengaturan dalam proses tender proyek di Pemerintah Provinsi Jambi kembali mencuat. Sejumlah peserta menduga bahwa pemenang proyek telah diarahkan sebelum proses evaluasi dilakukan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP), dengan intervensi oknum pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Kepala Biro ULP.

Salah satu pelaku jasa konstruksi dari pihak rekanan di Provinsi Jambi, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyampaikan kekecewaannya setelah perusahaannya digugurkan dengan alasan tidak memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Padahal, menurutnya, seluruh dokumen administrasi sudah lengkap dan valid.

“Kami merasa dizalimi. NIB kami ada dan valid, dokumen juga lengkap. Tapi tetap digugurkan dengan alasan yang tidak masuk akal. Ini jelas tidak adil,” ujarnya kepada redaksi, Selasa 22 Juli 2025.

Baca juga  Hadiri Pelepasan Siswa SMA Negeri 1 Jambi, Al Haris Puji Mutu yang Semakin Baik

Pihak rekanan tersebut juga menyoroti ketidaktransparanan dalam proses evaluasi yang terkesan dipaksakan untuk menggugurkan peserta tertentu. Ia menduga ada skenario terselubung untuk memenangkan rekanan tertentu yang telah diarahkan oleh pejabat terkait.

“Kalau semua sudah diarahkan, lalu buat apa lagi ada proses lelang? Kami ikut sesuai aturan, tapi tetap kalah karena sudah ada ‘titipan’. Lelang ini hanya formalitas. Kami berharap Aparat Penegak Hukum (APH) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat turun tangan menyelidiki praktik ini,” ujarnya.

Lebih ironis lagi, pemenang tender yang ditetapkan justru adalah peserta dengan penawaran harga paling tinggi. Hal ini, kata dia, tidak hanya merugikan rekanan yang menawarkan harga lebih kompetitif, tapi juga berdampak langsung pada keuangan negara.

Baca juga  Peringati HUT RI Ke-80, Gubernur Al Haris Minta Seluruh Warga Negara Terlibat Membangun Negara

“Bukan hanya kami yang dirugikan, negara pun ikut rugi. Karena pemenangnya justru rekanan dengan penawaran tertinggi. Di mana asas efisiensi dan akuntabilitasnya?” tandasnya.

Sejumlah kalangan masyarakat sipil juga menyuarakan keprihatinan atas dugaan persekongkolan tersebut dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera menyelidiki kasus ini secara serius.(*)

Editor: Ainun Afifah

Baca juga  Gubernur Al Haris Launcing Gerakan Pangan Murah Serentak Provinsi Jambi di Kabupaten Batanghari
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru