email : oerban.com@gmail.com

22.7 C
Jambi City
Sabtu, Februari 27, 2021
- Advertisement -

FAHRI HAMZAH ANGKAT BICARA TERKAIT TRAGEDI DI TOL CIKAMPEK

Populer

renilda pratiwi yolandinihttps://www.oerban.com
Renilda Pratiwi Yolandini merupakan FinMartEd (Finansial, Marketing, dan Editor) di Oerbanesia. sedang menempuh pendidikan di FKIP UNJA (S1) dan mulai tergabung di Oerbanesia pada tahun 2018.

Jakarta, Oerban.com – Sampai pada pagi hari ini belum ada statemen resmi dari presiden maupun menkopolhukam, terkait tewasnya 6 orang anggota laskar FPI di jalan tol cikampek pada Senin (7/12/2020).

 

Ke 6 anggota laskar yang tewas adalah Muhammad Suci Khadavi (21), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Luthfil Hakim (25), Reza (20), dan Andi Oktiawan (33).

 

Menyoal tragedi di jalan tol cikampek tersebut, wakil ketua umum partai Gelora Fahri Hamzah, meminta agar ada keterangan cepat dan tuntas dari menkopolhukam.

 

“Soal penembakan rakyat, seharusnya ada keterangan cepat dan tuntas dari menteri kordinator @PolhukamRI yaitu bapak @mohmahfudmd . Kita kenal beliau dan pasti beliau mengerti bahwa ini kejadian luar biasa di bidang polhukam. Jangan adem ayem sebab rakyat sedang merasa.” Kata Fahri, seperti dikutip dari lawan twitternya, @Fahrihamzah, Kamis (10/12/2020).

 

Selain itu, mantan wakil ketua DPR RI tersebut juga mengatakan jika persoalan ini tidak akan bisa hilang dengan sendirinya, sebab masyarakat indonesia punya daya ingat yang kuat, semacam memori kolektif.

Baca juga  KISAH PASANGAN MUDA JAMBI YANG BERTUNANGAN DITENGAH PANDEMI COVID-19

 

“Ada anggapan seolah kalau dialihkan atau didiamkan ini akan hilang dengan sendirinya. Ini keliru, publik itu punya daya ingat semacam memori kolektif”. Jelas Fahri

 

Lebih lanjut Fahri menjelaskan, “Kalau memori ini menumpuk tanpa klarifikasi, atau negara tak membuatnya terang, maka ia akan tersimpan sebagai trauma.” Terangnya.

 

Menurut Fahri, sangat berbahaya bagi sebuah bangsa untuk menyimpan sebuah trauma, “Berbahaya sekali sebuah bangsa menyimpan trauma, itu seperti bom waktu atau api dalam sekam.” Katanya.

 

Untuk itu Fahri mendesak adanya penjelasan tuntas, “Maka, yang terbaik adalah memberi penjelasan tuntas. Jika ingin memuaskan logika publik maka investigasi harus dilakukan. Anggota @DPR_RI jangan diam. Kita mau bangsa kita damai.” Tulis Fahri di laman twitternya.

Baca juga  Lihat Keseriusan Presiden Merevisi UU ITE, Fahri Hamzah Harap Kabinet Punya Inisiatif Cepat

 

Yang terakhir, Fahri meminta Mahfud MD untuk segera mengambil inisiatif dan tidak takut, “Pak @mohmahfudmd ambil inisiatif pak. Sekarang itang minta ke bapak bukan pak @prabowo maka ambillah inisiatif. Ini waktu uji bagi bapak. Ambillah inisiatif. Jadilah jurubicara negara salam bidang @PolhukamRI yang terbaik. Jangan takut pak!” Tegasnya.

 

Penulis: Zuandanu P

Editor: Renilda PY

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Berita Terbaru