email : oerban.com@gmail.com

29.1 C
Jambi City
Friday, March 27, 2026
- Advertisement -

FoSSEI Sumbagteng Gelar Ramadhan National Youth Forum 1447 H, Bahas Optimalisasi Ziswaf untuk Ekonomi Umat

Populer

Kota Jambi, Oerban.com — Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Regional Sumbagteng kembali menggelar Ramadhan National Youth Forum 1447 H bagian kedua dengan mengangkat tema “Ziswaf: Rahasia Cerdas Memperkuat Ekonomi Umat”, pada Jum’at (13/3/2026).

Kegiatan ini dipandu oleh MC dan moderator dari KSEI SCEI Fasih UIN Suska Riau, Intan Kurnia Ramadhani dan Denia Ramadhani. Acara diawali dengan pembacaan tilawah oleh Bambang Heriyanto, dilanjutkan doa oleh Fauzan, serta sambutan dari Koordinator Regional FoSSEI Sumbagteng, Rahmad Fiqhi Candra.

Dalam sambutannya, Rahmad menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam mengembangkan ekonomi syariah, khususnya melalui pemahaman dan pengelolaan ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf).

Baca juga  Diduga Jalankan Praktek Pungli, Puluhan Mahasiswa Segel Gedung UPB UIN STS Jambi

Sesi utama menghadirkan narasumber Agung Gunawan, S.E., CETP, selaku Kepala Cabang Laznas Yakesma Jambi. Dalam pemaparannya, Agung menekankan bahwa ziswaf memiliki potensi besar sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat jika dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa selama ini pengelolaan ziswaf masih didominasi secara konsumtif, mencapai sekitar 80 persen, dan belum sepenuhnya menyentuh aspek pemberdayaan. “Zakat seharusnya tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi mampu mendorong mustahik menjadi muzakki melalui prinsip Mustahik to Muzakki,” ujarnya.

Menurut Agung, optimalisasi pengelolaan ziswaf perlu dilakukan secara bertahap, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga pemberdayaan melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas penerima manfaat.

Baca juga  Optimalkan Pelayanan Masyarakat, Posko 11 Argo Sari Bantu Sukseskan Garsia

Ia juga mengungkapkan bahwa potensi zakat di Indonesia mencapai Rp327 triliun, namun realisasi penghimpunannya baru sekitar 10 persen. Hal ini menunjukkan masih besarnya peluang yang perlu dioptimalkan.

Lebih lanjut, Agung menilai pemerintah memiliki peran penting sebagai regulator dalam memperkuat kebijakan terkait ziswaf. Selain itu, keterlibatan generasi muda melalui forum diskusi seperti ini dinilai menjadi langkah awal dalam meningkatkan literasi dan kesadaran terhadap ziswaf.

“Pengelolaan ziswaf harus berbasis data, mulai dari input, proses, output hingga outcome, agar distribusi lebih tepat sasaran dan tidak terjadi ketimpangan,” tambahnya.

Baca juga  BCB UIN SUTHA Berbagi untuk Meraih Berkah Ramadhan

Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dalam sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda dapat lebih memahami peran strategis ziswaf dan turut berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan serta penguatan ekonomi umat.

Editor: Alfi Fadhila

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru