GENERASI MUDA SEBAGAI AGEN PEMBENTUK PLANET 50:50

oleh

Muaro Jambi, Oerban.com – Universitas Jambi bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengadakan kuliah umum bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Kuliah umum ini langsung diberikan oleh Menteri Pemberdayaaan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Yohana Susana Yembise. Kuliah umum yang diadakan pada Senin, (5/11/2018) mengusung tema “Upaya Preventif Generasi Muda Dalam Perlindungan Perempuan Dan Anak”

Tidak hanya mahasiswa, pegawai daerah dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jambi, forum koordinasi pimpinan daerah Muaro Jambi dan seluruh civitas akademika Universitas Jambi turut hadir untuk mengikuti kuliah umum tersebut. Kuliah umum ini diikuti lebih kurang 1500 mahasiswa.

Sebelum kuliah umum dimulai, Plt Gubernur Jambi yang diwakili oleh asisten satu menyempaikan sebuah wejangan (nasehat) untuk mahasiswa Universitas Jambi untuk menjadi manusia sukses. Ada tiga hal pokok yang harus dimiliki setiap individu untuk menjadi manusia sukses yaitu perlu memiliki ilmu pengetahuan yang luas, memiliki keahlian khusus dan sikap yang baik. Guna menjadi generasi yang mampu menjadi pembawa estafet kepemimpinan di Indonesia mendatang.

Kuliah umum langsung di moderatori oleh Rektor Universitas Jambi, Johni Najwan. Pada kesempatan ini Mama Yo (sapaan akrab Yohana Susana Yembise) mengatakan bahwa kasus perempuan dan anak ini adalah masalah global dan selalu terjadi setiap hari. Mulai dari kasus pelcehan hingga kekerasan seksual, anak-anak khususnya anak perempuan paling banyak mengalami kasus kekerasan seksual oleh orang terdekatnya bahkan yang masih sedarah.
“Masalah Perempuan dan Anak adalah masalah Global, permasalahan kekerasan seksual seringkali dialami anak-anak perempuan yang dilakukan oleh kerabat dekatnya bahkan ayahnya sendiri” jelas Yohana saat menyampaikan kuliah umum.

Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu penyebab terjadinya pelecehan bahkan sampai kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Untuk mengatasi itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjalin kerja sama bersama Kominfo untuk membatasi penggunaan aplikasi pada smartphone.

Peran mahasiswa sangat dibutuhkan guna mewujudkan pembentukan planet 50:50 pada tahun 2030. Planet 50:50 yang dimaksud oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah suatu keadaan dimana perempuan dan laki-laki dapat berjalan seiring dimana perempuan tidak lagi dipandang sebelah mata untuk menjadi pemimpin.

Tahun 2030 Indonesia diharapkan dapat menjadi negara dimana perempuan dapat menjadi pemimpin yang tangguh. Sampai saat ini hanya puluhan saja perempuan yang menjadi kepala daerah dari 400 lebih kabupaten/kota di Indonesia.
Mahasiswa sebagai generasi muda diharapkan mampu mewujudkan harapan tersebut. Untuk itu perlu ada kesadaran akan pentingnya menegakkan hak-hak perempuan khusus hak perempuan di Indonesia. (LIA)