email : oerban.com@gmail.com

33.2 C
Jambi City
Sabtu, Juni 19, 2021
- Advertisement -

Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah UNJA Gelar Webinar Hari Kartini, Ini yang Disampaikan

Populer

Muaro Jambi, Oerban.com – Himpunan mahasiswa ilmu sejarah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Jambi menggelar webinar peringatan hari Kartini, dengan tema perlawanan perempuan akibat ketidakadilan dalam konsep patriarki pada Selasa (27/4) pagi.

Kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan civitas akademik ilmu sejarah. Diisi oleh dua orang pemateri, Selfi Mahat Putri, Dosen ilmu sejarah Universitas Andalas dan aktivis perempuan Novita Sari, webinar ini juga di moderatori oleh mahasiswa, Nilam Maya Sari.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang muncul kepada pemateri mengenai stigma pada perempuan, dan kasus-kasus kekerasan yang masih dialami oleh perempuan hingga kini. Adapun pokok-pokok penyampaian meliputi :

Kartini dan perjuangan kaum perempuan

Selfi Mahat Putri, dalam materi penyampaiannya memaparkan tentang perjuangan Kartini yang pemikirannya melampaui perempuan saat itu. Keterbatasan Kartini dalam mengenyam pendidikan menjadikan semangatnya untuk berjuang, hingga ia menulis surat yang kelak diterbitkan menjadi buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. 

Ia juga menyampaikan, ada banyak perempuan Indonesia lain yang tercatat melakukan berbagai perjuangan untuk kemajuan bangsa dan kaumnya. Sebut saja Cut Nyak Dien, Martha Kristina Tiahahu, Rihana Kudus, Rahmah El Yunisia, Dewi Sartika, dll.

Baca juga  MENGANGKAT TEMA REVITALISASI PENDIDIKAN DAN EKONOMI DI ERA GLOBALISASI, IMAPESI ADAKAN MUSYAWARAH NASIONAL

Slide penyampaian hari Kartini, sumber Novita

Semangat Kartini masa kini

Sedangkan, Novita menyampaikan tentang tantangan para perempuan masa kini. Meskipun perempuan saat ini telah memiliki peluang yang lebih besar dibandingkan situasi perempuan masa Kartini, namun, bayang-bayang kasus diskriminasi dan kekerasan masih tetap ada.

Ia menyajikan kasus kekerasan yang dialami perempuan Indonesia, sesuai dengan catatan akhir tahun Komnas perempuan. Semangat perempuan hari ini, menurutnya ialah semangat akan kesadaran tentang nilai diri setiap perempuan, meskipun perjuangan anak perempuan masih akan lebih terbatas dari anak laki-laki, namun bukan mustahil untuk mengentaskannya.

Baca juga  FOKUS KSEI: ORGANISASI KEMAHASISWAAN BERPRESTASI YANG TERPINGGIRKAN

Diawal, ketua Humanis, Muhammad Hasbi berharap agar kegiatan ini bermanfaat dan menumbuhkan semangat bagi para perempuan.

Editor : Renilda Pratiwi

 

 

 

 

 

 

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Berita Terbaru