email : oerban.com@gmail.com

24.3 C
Jambi City
Sunday, February 8, 2026
- Advertisement -

IMPRES Nilai Pencalonan Djiwandono Sebagai Deputi Gubernur BI Bakal Perkuat Arah Kebijakan Ekonomi Nasional

Populer

Jakarta, Oerban.com – Lembaga kajian kebijakan ekonomi, Indonesia Modernization and Policy Research Studies (IMPRES), memberikan dukungan penuh terhadap munculnya nama Thomas Djiwandono sebagai kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis dalam memperkuat koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Harmonisasi Kebijakan Fiskal-Moneter

Direktur Eksekutif IMPRES Arif Rahman menyatakan bahwa latar belakang Thomas Djiwandono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan memberikan keuntungan unik. Pengalamannya dalam mengelola anggaran negara akan mempermudah sinkronisasi kebijakan di Bank Indonesia.

“Pencalonan ini adalah sinyal positif bagi pasar. Thomas adalah teknokrat yang memahami seluk-beluk APBN. Kehadirannya di BI akan memastikan bahwa kebijakan moneter tidak berjalan sendiri, melainkan selaras dengan target pembangunan pemerintah,” ujar Direktur IMPRES di Jakarta.

Baca juga  Bank Indonesia Naikan Suku Bunga 6%, KAMMI Jabar : Rupiah Tetap Anjlok, Ekonomi Rakyat Kecil Babak Belur, Sebaiknya Gubernur BI Mundur

Tiga Alasan Strategis Dukungan IMPRES

IMPRES menggarisbawahi tiga alasan utama mengapa pencalonan ini krusial bagi ketahanan ekonomi Indonesia:

Pertama: Menjamin Kontinuitas Ekonomi:

Memastikan transisi dan keberlanjutan kebijakan ekonomi makro di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu.

Kedua, Meningkatkan Kepercayaan Investor:

Kehadiran sosok yang memiliki rekam jejak kuat di Kementerian Keuangan dapat memberikan kepastian hukum dan stabilitas nilai tukar bagi investor asing.

Ketiga Akselerasi Digitalisasi Keuangan:

Thomas dinilai memiliki visi modern yang sejalan dengan agenda BI dalam memperluas implementasi ekonomi digital dan sistem pembayaran nasional.

Baca juga  REGIONAL VALUE CHAIN MAMPU DUKUNG EKONOMI SYARI'AH

Menghadapi Tantangan Ekonomi 2026

Memasuki tahun 2026, Indonesia dihadapkan pada tantangan normalisasi suku bunga global dan target swasembada ekonomi. IMPRES menilai stabilitas sistem keuangan hanya bisa dicapai jika ada rasa saling percaya (trust) yang tinggi antara pemerintah dan bank sentral.

“Kita memerlukan figur yang mampu menjembatani kepentingan makro dan mikro secara lincah. IMPRES optimis bahwa di bawah kepemimpinan kolektif dewan gubernur yang diperkuat Thomas Djiwandono, inflasi akan tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga,” tutup rilis tersebut.

Baca juga  Sekda Sudirman: Gentala Arasi Ikhtiar Nyata Persiapkan Masyarakat Hadapi Tranformasi Digital

Editor: Ainun Afifah

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru