email : oerban.com@gmail.com

30.2 C
Jambi City
Jumat, September 24, 2021
- Advertisement -

Ini Kata Nadiem Terkait Polemik Kamus Sejarah

Populer

Jakarta, Oerban.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, angkat bicara menanggapi persoalan kamus sejarah yang tidak mencantumkan nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari.

Nadiem menjelaskan jika kamus sejarah tersebut disusun pada tahun 2017, sebelum dirinya menjabat sebagai Mendikbud.

“Terkait dengan isu kamus sejarah yang tengah hangat dibahas. Kamus sejarah tersebut ini disusun tahun 2017 sebelum saya menjabat, karenanya di bulan yang suci ini alangkah baiknya kita menyikapi permasalahan dengan akal sehat, kepala dingin dan dengan solusi,” kata Nadiem dalam keterangan video yang diunggah di akun Instagramnya, Rabu (21/4/2021).

Meski kamus sejarah tersebut disusun sebelum menjadi Menteri, namun tetap, Nadiem mengaku jika dirinya langsung mengambil langkah konkret, dengan menugaskan Dirjen Kebudayaan untuk segera menyelesaikan permasalahan dan melakukan koreksi.

“Saya perintahkan langsung tim Kemendikbud untuk langsung melakukan penyempurnaan kamus yang sempat terhenti dilanjutkan dengan lebih cermat secara teknis dan mewadahi masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk NU,” Ungkapnya.

Nadiem menambahkan, Kemendikbud tidak ada sama sekali niatan untuk menghilangkan jejak sejarah. Sebaliknya, Kemendikbud berkomitmen untuk memastikan penghormatan kepada nilai-nilai sejarah para tokoh-tokoh bangsa.

Baca juga  Tanggapi KPK Yang Ingin Gandeng Napi Koruptor Untuk Penyuluh, Politisi PKS: Ironis

Terlebih lagi KH Hasyim Asy’ari, salah satu bukti komitmen penghormatan terhadap nilai sejarah adalah dengan didirikannya museum Islam Hasyim Asyari di Jombang dan penerbitan buku KH Hasyim Asyari, pengabdian seorang kiai untuk negeri dalam rangka 109 tahun kebangkitan nasional.

Lebih jauh lagi, Nadiem mengakui jika KH Hasyim Asy’ari adalah kiai sekaligus guru yang menjadi panutan, dan telah menorehkan sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.

“NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia yang lahir dari buah pemikiran beliau (KH Hasyim Asy’ari) akan senantiasa menjadi pilar terpenting dalam setiap lini pemajuan bangsa,” ujarnya.

Baca juga  WARGA KELURAHAN TANJUNG RADEN ADAKAN NOBAR SEBAGAI BENTUK DUKUNGAN TERHADAP HARI PUTRA

Oleh karena itu, Nadiem menegaskan jika bangsa Indonesia berhak mengetahui tokoh-tokoh yang berjasa dalam mendirikan dan membangun negeri.

“Saya memohon restu agar kamus sejarah yang belum pernah dimiliki negara ini dapat kita lanjut sempurnakan bersama agar bermanfaat untuk semua,” sambungnya.

Editor: Renilda Pratiwi Yolandini

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru