email : oerban.com@gmail.com

23.2 C
Jambi City
Kamis, Januari 21, 2021
- Advertisement -

INSPIRATIF, PROGRAM MAGANG MANDIRI BUAT GADIS INI JADI WOMENPRENEUR

Populer

renilda pratiwi yolandinihttps://www.oerban.com
Renilda Pratiwi Yolandini merupakan FinMartEd (Finansial, Marketing, dan Editor) di Oerbanesia. sedang menempuh pendidikan di FKIP UNJA (S1) dan mulai tergabung di Oerbanesia pada tahun 2018.

Kota Jambi, Oerban.com – Program magang yang tertunda akibat pandemi Covid-19 nyatanya tidak membuat Pegi Desasyah Aderani, mahasiswi Teknik Pertanian Universitas Jambi angkatan 2017 menjadi patah arang. Berbekal persetujuan dari pihak jurusan yang mengubah skema magang menjadi pengabdian masyarakat dan wirausaha mandiri, akhirnya ia memutuskan untuk memilih menjalankan program wirausaha mandiri.

Kepada oerban.com Pegi mengatakan awalnya ia berkeinginan magang di salah satu balai pengelolaan sumber daya air yang berada di Sumatera Barat. Namun karena lonjakan pasien Covid-19 akhirnya kegiata itupun urung dilakukan. Dalam menjalankan program wirausaha mandiri, perempuan berkulit sawo matang ini memilih menjalankan usaha penjualan madu Muawo. Ide ini bermula ketika ia membaca berita tentang khasiat madu yang banyak khasiatnya termasuk penyembuhan pasien Covid-19. Akhirnya ia memilih menggeluti pemasaran madu tersebut.
Pegi menerangkan dalam menjalankan program ini ia dibantu kakaknya sebagai penyedia modal. “Untuk modal saya dibantu kakak, dia yang nalangi semua biaya di awal, setelah saya habis menjual seluruh dagangan baru saya bayar, misalkan awal bulan saya ambil 1 madu, terus abis madunya akhir bulan saya ngambil lagi sekalian bayar madu yang saya ambil diawal tadi” katanya.

Baca juga  9 Cara Menjaga Otak Agar Tetap Sehat

Ia juga menambahkan bahwa keuntungan sepenuhnya untuk dirinya sendiri karena dia hanya dipinjamkan modal awal tanpa bunga sedikitpun. Menurutnya, magang wirausaha mandiri ini telah menambah pengalaman da pengetahuannya tentang berwirausaha. Serta menubuhkan semangat berwirausaha sehingga tidak minta uang jajan lagi pada orang tua. “Alhamdulillah, penghasilan bisa buat Menuhin kebutuhan pribadi” ucapnya.
Pegi juga mengatakan hal yang paling membuatnya senang dengan program ini adalah ketika ia dapat mengajak teman-temannya berjualan, beberapa teman yang membantunya berjualan sebagai dropsip, sehingga dapat membantu teman-temannya. Manfaat lainnya juga mempermudah masyarakat menemukan madu asli yang berkualitas.

Baca juga  JAMBI MENGAJI, USTADZ ABDUL ROZAK : "BERIKAN YANG TERBAIK UNTUK ALLAH"

Namun ia juga tak mengelak, seperti halnya usaha pada umumnya, terdapat kendala-kendala dalam menjalankan usahanya ini. Dikatakan Pegi pemasaran madu Muawo memiliki permasalahan diantaranya harga dan stok madu petani yang tidak stabil, jika sedang musim hujan harganya bisa naik dan stok menipis, skebalikannya, saat musim panas harga bisa anjlok dan stok melimpah. Ditambahkannya kemasan produk yang sulit didapatkan dan harganya terus melonjak dari hari ke hari. Sedangkan mahalnya ongkos kirim ke luar kota juga menambah deretan permasalahan yang harus ia hadapi. Meski begitu, ia optimis dengan usaha ini, terbukti madu Muawo sudah menjangkau beberapa kota di pulau Jawa dan Sumatera.

Penulis: Novita S

Editor: Renilda PYo

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Berita Terbaru