email : oerban.com@gmail.com

28.2 C
Jambi City
Sunday, April 12, 2026
- Advertisement -

Istiqomah Setelah Ramadan: Ujian Sebenarnya Ada di Akhir Amal

Populer

Oleh: Ihwang Syaputra, S.Sos*

Oerban.com – Ramadan selalu menghadirkan semangat baru dalam diri setiap Muslim. Masjid penuh, tilawah meningkat, lisan lebih terjaga, dan hati terasa lebih dekat dengan Allah. Namun, persoalan terbesar bukanlah bagaimana memulai kebaikan di bulan suci, melainkan bagaimana mempertahankannya setelah Ramadan berlalu.

Dalam Islam, ukuran keberhasilan bukan hanya pada awal amal, tetapi pada akhirnya. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa nilai suatu amalan ditentukan oleh penutupnya. Maka, pertanyaan penting bagi kita hari ini adalah “Apakah semangat ibadah yang tumbuh di bulan Ramadan masih kita jaga, atau perlahan mulai memudar?”

Banyak di antara kita saat Ramadan mampu menjaga salat berjamaah, rutin membaca Al-Qur’an, menahan lisan dari keburukan, bahkan mengendalikan pikiran. Namun setelahnya, kebiasaan itu sering kali ditinggalkan. Seolah Ramadan hanyalah momen musiman, bukan titik awal perubahan.

Baca juga  CAHAYA RAMADHAN

Padahal, Allah telah memberikan jaminan bagi orang-orang yang istiqomah. Dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Fussilat ayat 30, disebutkan bahwa orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka istiqomah, akan didatangi malaikat seraya berkata: “Janganlah kamu takut dan jangan bersedih hati.”

Pesan ini sangat dalam. Istiqomah bukan sekadar konsisten beramal, tetapi juga menghadirkan ketenangan hidup. Tidak takut akan masa depan, dan tidak bersedih atas masa lalu. Sebab, orang yang dekat dengan Allah yakin bahwa segala urusannya berada dalam genggaman-Nya.

Kekhawatiran manusia sering kali berkisar pada rezeki, keluarga, dan masa depan. Padahal, Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk. Tugas manusia bukanlah cemas berlebihan, melainkan berikhtiar dengan cara yang halal dan tetap bertawakal. Rezeki bukan hanya soal jumlah, tetapi juga keberkahan.

Baca juga  Apakah Mencicipi Makanan Termasuk Hal yang Membatalkan Puasa?

Dalam kehidupan, sering kali kita menginginkan sesuatu, namun Allah tidak memberikannya. Bukan karena Allah tidak mendengar, tetapi karena Dia lebih tahu apa yang terbaik dan kapan waktu yang tepat. Apa yang kita inginkan belum tentu baik, dan apa yang Allah tetapkan pasti mengandung hikmah.

Istiqomah juga berarti menjaga akidah. Di tengah maraknya praktik-praktik yang menyimpang seperti percaya pada ramalan, jimat, atau kekuatan selain Allah seorang Muslim harus tetap teguh. Keimanan tidak boleh dicampur dengan hal-hal yang merusak tauhid, meski dibungkus dengan cara yang terlihat “meyakinkan” di era digital.

Dalam praktiknya, istiqomah tidak harus dengan amal besar. Justru amalan kecil yang dilakukan secara konsisten lebih dicintai Allah. Membaca satu halaman Al-Qur’an setiap hari, menjaga salat tepat waktu, atau membiasakan memaafkan orang lain sebelum tidur adalah contoh sederhana yang memiliki dampak besar.

Baca juga  Anggota DPR Pertanyakan Keputusan Kemenag yang Hentikan Izin Baru PAUD dan Rumah Tahfiz Alquran

Kisah para sahabat juga mengajarkan hal ini. Ada seseorang yang tidak terlihat memiliki amalan luar biasa, namun dijamin surga karena hatinya bersih tidak menyimpan dendam kepada siapa pun. Ini menunjukkan bahwa kekuatan istiqomah juga terletak pada kualitas hati, bukan sekadar kuantitas ibadah.

Akhirnya, mempertahankan semangat Ramadan adalah perjuangan seumur hidup. Ia tidak selalu mudah, tetapi selalu mungkin.

Kuncinya adalah terus meminta pertolongan kepada Allah, menjaga lingkungan yang baik, dan tidak meremehkan amal kecil.

Baca juga  Istiqomah: Jalan Terberat Menuju Perubahan

Sebab sejatinya, yang kita kejar bukan hanya Ramadan yang baik, tetapi akhir hidup yang baik. Dan itu hanya bisa diraih dengan satu kata: istiqomah.

Tulisan ini disarikan dari ceramah Ustaz Abdul Malik Yurisfan.

*Penulis merupakan alumnus Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru