email : oerban.com@gmail.com

22.5 C
Jambi City
Jumat, Agustus 6, 2021
- Advertisement -

JELAJAH KOTA TUA JAKARTA SAAT PANDEMI

Populer

renilda pratiwi yolandinihttps://www.oerban.com
Renilda Pratiwi Yolandini merupakan FinMartEd (Finansial, Marketing, dan Editor) di Oerbanesia. sedang menempuh pendidikan di FKIP UNJA (S1) dan mulai tergabung di Oerbanesia pada tahun 2018.

Jakarta, Oerban.com – Tumpukan deadline dan pekerjaan tak jarang membuat seseorang menjadi penat bahkan stres. Akibatnya, bisa saja menyebabkan uring-uringan bahkan tidak produktif. Dampak jangka panjang mengidap penyakit tertentu pun tak bisa dihindarkan, nah, untuk mencegah hal itu, kamu dapat melakukan beberapa hal seperti mengkonsumsi makanan bergizi, minum air putih, olahraga hingga jalan-jalan ke tempat tertentu untuk mengurangi resiko tersebut.

Bagi beberapa orang, jalan-jalan memang merupakan sarana yang efektif untuk menghibur diri dari tumpukan pekerjaan. Hal ini dikarenakan, jalan-jalan membuat kita melihat sesuatu yang baru, menemukan sumber hiburan, sehingga kita terlupakan sejenak akan pekerjaan di kantor. Berikut pengalaman penulis menjelajahi Kota Tua Jakarta pada (5/11) lalu sebagai rekomendasi bagi kamu di akhir pekan.

Kota Tua Jakarta saat pandemi

Sudah bukan rahasia lagi, jika pandemi covid-19 mengubah tatanan kehidupan keseharian kita. Hal ini tak terkecuali pada tempat wisata. Selama Covid-19 ini, bagian depan Kota Tua Jakarta yang biasanya digunakan sebagai gerbang utama ditutup. Pengunjung dapat masuk melalui jalur samping yang berseberangan dengan stasiun Jakarta Kota. Jalur yang juga dilewati oleh bus tersebut membuat kita harus hati-hati, selalu pastikan kondisi lengang baru mengambil langkah melewati jalan agar kita aman.

Baca juga  GEMA PETANI PERTANYAKAN SIKAP MENKO PEREKONOMIAN YANG TERGESA-GESA LAKUKAN IMPOR PANGAN SAAT WABAH COVID-19

Di pintu samping ini, kita juga akan menemukan orang-orang yang menawarkan brosur tertentu. Dari penelusuran pribadi, penawaran ini dapat dikategorikan sebagai bisnis yang menjebak. Mula-mula kita akan ditawari untuk memilih sebuah produk dengan cuma-cuma, lalu setelah produk itu berhasil kita pilih, di akhir kita harus membayar. Padahal di awal kita dijanjikan untuk mendapatkannya secara gratis.

Masuk ke area Kota Tua Jakarta, kita akan disuguhkan dengan pemandangan bernilai sejarah. Gedung-gedung tua yang masih dirawat hingga saat ini masih berjejer rapi. Gedung-gedung itu meliputi gedung Bank Indonesia, gedung pos Indonesia, museum wayang dan sejumlah gedung pemerintahan Indonesia di masa dulu. Saat akan memasuki taman Fatahillah kita akan di cek suhu oleh petugas. Pengunjung pun, saat pandemi ini tidak diperkenankan untuk berswa foto atau berjalan ke tengah pada sebuah genung putih yang terletak tepat di depan café Batavia yang pada hari normal digunakan untuk berswa foto beramai-ramai. Jam kunjungan pun dibatasi hingga pukul 17.30 saja.

Baca juga  Menara Eiffel Dibuka Kembali Setelah 9 Bulan Penutupan COVID-19

Beberapa Hiburan di Kota Tua Jakarta

Bagi kita para pelancong yang datang dari daerah luar Jakarta, beberapa hiburan yang ada di Kota Tua Jakarta barangkali tidak ditemukan di daerah asal. Hiburan itu berupa, pantomin manusia emas dan pantomin ibu-ibu yang berperan sebagai putri dengan gaun putih yang diiringi instrument musik akustik, nyanyian seniman Jakarta, hingga tawaran berkeliling dengan meggunakan sepeda.

Jangan khawatir jika belum mengisi perut saat memulai perjalanan, di sekita taman Fatahillah, kita akan menemukan banyak penjual nasi campur dengan harga 5.000,00 dan minuman es yang rata-rata dijual seharga 2.000,00. Ada pula tahu gejrot seharga 10.000,00 yang dapat membuat anda kenyang. Jika telah puas berjalan-jalan dan makan di sekita Kota Tua, sempatkan diri untuk membeli oleh-oleh. Ada baju kaos bertuliskan Jakarta yang dijual 3 pcs 50.000,00 ada pula beraneka macam tas, topi, cincin, dan perhiasan berdekatan disana.

Baca juga  UKM MUSIK UNJA GELAR LOMBA VOKAL SOLO PERINGATAN SUMPAH PEMUDA

Jika telah selesai, ingat selalu untuk mengabadikan momen itu bersama orang-orang terdekat. Selalu bersyukur atas keseharian yang biasa dijalani. Mulailah untuk memasang target menyelesaikan pekerjaan secepatnya, dan jika kembali dihadapkan dengan situasi pekerjaan yang sulit, tidak ada salahnya untuk menjelajahi kawasan wisata yang lain.

Penulis: Novita S

Editor: Renilda PY

 

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru