email : [email protected]

29.6 C
Jambi City
Senin, Juli 15, 2024
- Advertisement -

KAMU RAGU, TAPI…BISA!

Populer

Oleh : Muthia

Inilah yang terjadi dibenak sekeliling kepalaku, nyanyian tak terhentikan ketika kapal bedayung diatas danau. Kicauan burung memanjang seakan-akan menyinggungku dalam buaiannya. Tak terasa senja memanggil dengan parasnya, dan langit mulai orange dengan sendirinya. Azan berkumandang, dan ALLAH memanggilku untuk menyembahnya.

Jejak penjualan malampun terhentikan, seraya mendengar seruan azannya. Tak luput meninggalkan 5 waktu yang wajib untuk agamaku. Gelombang lautan selalu mengikuti langkahku, raungan sang harimau selalu menghantuiku. Hatiku terkesima ketika melihat seorang yang berhasil atas kesungguhan dan keahliannya. Sedangkan aku? Terdiam disudut sana tanpa memegang apa-apa. Ditemani lampu yang tak bercahaya, mendengar tikus menjerit seketika, hujan malam selalu datang. Mendorongku bahwa aku bisa, tapi tak semudah yang dikatakan. Petir bergelegar dan aku hanya terkejut dan memejam mata untuk sementara. Akhirnya ketiduran dikamar nan gelap gulita.

Lalalalala….nanananna… Alarm, alarm membangunkanku dari tidur, tepatnya jam 04.00 pagi, “waktunya sholat Tahajud” tegasku. Hentakan kaki melayang-layang karena masih dalam keadaan tidur. “Ayooo buka mata” nurani hatiku berteriak. Seakan-akan nada itu telah menyambar di dinding. Saatnya cuci muka dan berwudhu’ dan tak lupa bercerita dengan sang maha pencipta. Memang banyak yang kutanyakan, banyak dan banyak. Lantas itu membuat ku semangat untuk mengenali siapa sih aku sebenarnya?

Baca buku. Itulah keseharianku yang ditemani dengan roti gabin, menikmati sinar matahari nan cerah di layar jendela nan elok. Fokus, ya tentu saja. Aku telah terbiasa ketika membaca disaat lagi sunyi, sepi dan hening ketika berdiam dikamar sendirian. Apalagi waktu shubuh sinyal ku sangat terkoneksi tinggi. Tapi apalah dayaku, sampai saat ini aku masih belum menemukan dimana bakatku? keahlianku?. kembali menulis diary, serasa diary ini ingin menjawab pertanyaanku dengan cepat. Karena aku butuh jawaban.

Remehan orang sekamin terbesit dipikiran, pekik suara masih berdayun ditelinga. “Tidak bisa ya tidak bisa! Jangan sok-sokan lah, kamu tu tidak akan pernah bisa!!!” suara perempuan membuatku trauma dalam berkarya.

Tangisan malam selalu absen setiap harinya, ntah kering-ntah basah air mata ini selalu laju tanpa dikasih kode. Ratapan menungku tak berjauhan dalam sinarmu. Angin menghembus ketingkat yang lebih tinggi menusuk jiwa ragaku. La tahzan! Buku yang sangat kuresapi dalam kehidupan, buku yang selalu hadir ketika hujan melawan terik matahari, buku yang sangat ampuh ketika mencari jawaban dalam kesedihan. “Jangan Bersedih! Sebab Bersabar Atas Sesuatu yang Tidak Anda Sukai Adalah Jalan Menuju Kemenangan” kubuka kesekian kalinya. Kubaca dengan segenap hati,dengan lagu yang terputar dari laptopku. Sedih ya, memang sedih terisak.
Jawabanku cuman satu. Apa? Karena Ragu dengan ALLAH. Ragu dengan kekuasaannya. Ragu dengan Maha PenolongNya dan ragu yang Maha Pemberi Rezekinya. Keraguan akan selalu mengikutimu, sampai dimana kamu mampu bertahan.
Dan ingatlah. Yakin sama Allah SWT akan mudah semua urusanmu, baik didunia maupun diakhirat.

- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru