email : [email protected]

33.1 C
Jambi City
Senin, April 22, 2024
- Advertisement -

Kementan Kolaborasi dengan Berbagai Stakeholder dalam Rakor Satgas Antisipasi Darurat Pangan di Jambi

Populer

Kota Jambi, Oerban.com – Bertempat di Aula Agrostandar BSIP Jambi, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan rapat koordinasi satgas antisipasi darurat pangan, Kamis (28/3/2024).

Hadir dalam kegiatan Rakor ini diantaranya Staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan Pertanian, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Publik, Sekretaris Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Korem 042 Garuda Putih Jambi, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi.

Turut hadir Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Plt. Kepala Bapeltan Jambi, Kepala BSIP Jambi, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi, LPPM Universitas Jambi, serta perwakilan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS).

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma mengatakan bahwa akan diupayakan dilakukan percepatan terkait SID yang sudah ada dan akan diberikan bantuan benih padi gogo. Beliau juga menyebut Direktorat Jenderal Perkebunan akan ke Jambi dalaam waktu dekat untuk mempersiapkan kontrak.

Kolonel Infanteri Korem 042 Garuda Putih mengatakan Babinsa siap mendukung kegiatan ini dimana ada 5 Kodim yang sudah maraton setiap hari vicon terkait oplah dan pompanisasi dan kendala  kendala yang didapat akan dikoordinasikasi di lapangan.

Perwakilan Dinas PUPR Provinsi Jambi menyebutkan bahwa pihaknya merupakan bagian tim Oplah 2024 telah melaksanakan kegiatan teknis mulai dari SID sampai pelaksanaan. Kendala utama saat sekarang ini adalah lokasi yang masih ada tergenang banjir.

Sementara Bapeltan Jambi yang mendapat pengawalan 3 Kabupaten diantaranya Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Bungo dan Tebo menjelaskan bahwa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat hanya butuh support herbisida. Air umumnya tidak menjadi masalah dan benih juga aman.

Untuk Kabupaten Bungo di Kecamatan Manggis ada lahan 10 ha yang masih tergenang, kalau surut siap ditanam dan digarap oleh Babinsa. Di Kecamatan Sepenggal, bila normalisasi saluran primer sekitar 3 km bisa mengairi ratusan hektare di beberapa desa.

Baca juga  Perkuat Kolaborasi dan Resonansi, Kementan Adakan Konsolidasi Nasional bersama DPM/DPA

Ada beberapa lahan sekarag masih menunggu surut air. Ada juga usulan kincir air (tidak perlu operasional solar). Sedangkan untuk Kabupaten Tebo, Kelompok Tani Batu Cincin di Sungai Bengkal sebesar 15 hektare sudah mendapat bantuan irigasi dari BWS tetapi pompa belum ada. Ada sebagian tanggul jebol akibat banjir sehinga sawah kekeringan.

Di Kecamatan Tebo Ulu Pulau Temiang ada potensi 120 hektare sedang dalam fase generatif dan mulai menguning. Jarak dari Sungai Batanghari sekitar 200 meterdan belum ada pompa.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi percaya bahwa masa depan pertanian Indonesia akan dipenuhi dengan inovasi, kemandirian, dan kemakmuran dengan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan para pelaku industri pertanian.

Pertanian modern lebih keren lagi disebut smart farming, pertanian cerdas, pertanian yang dilakukan dengan cara-cara yang cerdas, bukan cara-cara tradisional lagi. Pertanian modern itu memanfaatkan alat dan mesin pertanian dari hulu sampai ke hilir, mulai dari menyeleksi bibit sampai panen. pungkas Dedi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru