email : [email protected]

25.6 C
Jambi City
Sabtu, Maret 2, 2024
- Advertisement -

Khofifah atau Erick Thohir Dinilai Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres 2024

Populer

Jakarta, Oerban.com – Lima Ketua Umum Partai Politik, yaitu Prabowo Subianto (Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya), Zulkifli Hasan (Ketua Umum Partai Amanat Nasional), Mardiono (Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan), Airlangga Hartarto (Ketua Umum Partai Golongan Karya), serta Muhaimin Iskandar (Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa), menggelar silaturahmi Ramadhan di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) pada tanggal 2 April lalu. Acara yang juga dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, disinyalir sebagai konsolidasi politik antara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Indonesia Raya (KIR).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pengamat berasumsi bahwa salah satu agenda pentingnya adalah menentukan siapa yang akan mendampingi Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2024 mendatang. Terkait hal tersebut, Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute (TII), Ahmad Hidayah, menyebutkan setidaknya terdapat dua nama yang paling kuat saat ini untuk berpasangan dengan Prabowo. Salah satunya adalah Erick Thohir.

“Erick Thohir dinilai cukup berpotensi berpasangan dengan Prabowo. Pertama, Erick Thohir non-partai, artinya bisa jadi perekat koalisi. Kedua, secara finansial, Erick Thohir cukup kuat, sehingga ditambah dengan finansial Prabowo yang juga kuat, dapat meningkatkan persentase kemenangan. Ketiga, Erick Thohir di beberapa lembaga survei mendapatkan nilai elektabilitas yang cukup baik untuk menjadi Cawapres. Keempat, Erick Thohir saat ini masuk sebagai warga NU (Nahdlatul Ulama). Hal ini bisa mempermudah untuk mendapatkan restu dari PKB. Apalagi, sejak semula dikatakan bahwa penentuan Capres dan Cawapres ditentukan antara Gerindra dan PKB,” jelas Ahmad.

Selain Erick Thohir, Ahmad beranggapan bahwa Khofifah Indar Parawansa cukup berpotensi untuk mendampingi Prabowo. Pasalnya, Khofifah juga merupakan warga NU dan juga memiliki elektabilitas yang tinggi di Jawa Timur, salah satu provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak di Indonesia.

Baca juga  Adi Prayitno Sebut Ganjar dan Anies Pasangan Rekonsiliatif Tanpa Lawan

Ahmad juga mengatakan bahwa isu yang beredar beberapa waktu lalu, yaitu menduetkan antara Prabowo dengan Ganjar Pranowo dinilai tidak realistis. Menurut Ahmad, banyak pertanyaan yang perlu untuk dijawab untuk merealisasikan pasangan ini.

“Pertanyaan sederhananya adalah siapa yang akan menjadi Capresnya? Kalau Prabowo Capresnya, apa PDIP mau menempatkan Ganjar di posisi Cawapres? Terlebih? PDIP adalah partai pemenang di Pemilu 2019. Nah, kalau Ganjar yang jadi Capres, apa Prabowo mau jadi Cawapres? Apalagi, Prabowo sudah dua kali maju sebagai Capres. Saya pikir, tidak realistis untuk mengusung pasangan ini. Ada ego partai politik yang sulit ditembus,” papar Ahmad.

Selain itu, Ahmad juga menjelaskan bahwa walaupun Ridwan Kamil memiliki elektabilitas yang tinggi, namun secara matematika politik, Ridwan Kamil tidak cocok dengan Prabowo Subianto. Pasalnya, kedua pasangan ini sama-sama kuat di Provinsi Jawa Barat.

“Kalau sama Ridwan Kamil, saya pikir tidak cocok secara matematika politik. Ridwan Kamil kuat di Jawa Barat, begitu pula dengan Prabowo. Nah, kalau pasangan ini jadi, mereka akan cukup keteteran di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Padahal, kalau mau memenangkan Pilpres, harus bisa menguasai tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.” tutup Ahmad.(*)

Editor: Ainun Afifah

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru