email : [email protected]

25.6 C
Jambi City
Sabtu, Maret 2, 2024
- Advertisement -

KPU ADALAH DOKTER

Populer

Oleh: Agustia Gafar

Semenjak pemilu (pemilihan umum) yang di laksanakan pada tanggal 17-april-2019 tepat nya sudah sebulan, sering baca berita mulai dari berita pemilu dari berita para calon presiden, legislatif, berita penghitungan surat suara, hingga berita meninggalnya anggota kpps (kelompok penyelenggara pemungutan suara).

Ketika melihat berita, membuat penulis tahu dengan para calon dari calon presiden dan wakil, hingga calon perwakilan dari setiap daerah, selanjutnya dalam penghitungan surat suara penulis mendapat kan berita ada nya surat suara yang di coblos sebelumnya, ada surat suara yang di bakar, dan surat suara yang di curangi, dan berita yang paling mengerikan adalah mati masal anggota kpps. Awalnya hanya mendengar ada 2 orang yang meninggal saat itu acuh tak acuh namun hari-hari ada saja yang meninggal dan membuat penulis bertanya tanya ada apa ini??

Saya coba mencari berita tentang kematian anggota kpps ini dan saya mendapat berita dari dokter dadakan(KPU) ini mereka mengatakan “bahwa kematian anggota kpps ini karena kewalahan (terlalu capek) menghadapi pemilu besar-besaran kemaren” tanpa ada hasil tes dari pihak mana pun, dan juga sangat receh sekali mengatakan seseorang mati karena kelelahan.

Dari berita yang tersebar saat ini ada 530  anggota lebih yang meninggal dunia dan 5.200 orang lebih anggota yang lagi sakit, ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan besar dari kalangan mahasiswa juga dari masyarakat, pertanyaan pertama; apa yang menyebabkan kematian?? Jika kewalahan mana hasil tes nya,

Kedua; apa tidakan KPU yang sebagai penyelenggara pemilu??

Ketiga: kenapa aparat TNI dan polri diam pada hal mereka adalah kekuatan rakyat?

Keempat: kemana pemerintah yang katanya selama ini mewakili rakyat seperti MPR, DPR, dan DPD, kok pada diam ada apa ini??.

Baca juga  Pemerintah Ingin Pemilu 2024 Digelar 15 Mei, Mardani: Hak Menetapkan Secara UU Dilakukan KPU

Yang lebih aneh nya lagi ada seorang dokter perempuan nama nya dr. Ani Hasibuan yang tulus dari hati, penasaran yang penuh pertanyaan dan keterpanggilan hati, untuk melakukan adopsi, visum dan sebagainya (mencari fakta Kematian) kepada anggota kpps lalu dr. Ani Hasibuan di nyatakan menjadi tersangka padahal seorang dokter ini tidak ada unsur politik hanya saja dia peduli dan ahli dalam bidang ini dia yang harus melakukan nya namun sekarang menjadi tersangka atau dia akan bernazib seperti anggota kpps (mati) atau akan menjadi korban pelecehan atau di penjara kan bertahun tahun, “Allahualam”, dan saya juga membaca berita pengakuan dr. Ani sendiri ia melakukan ini sebagai pribadi bukan wakili kelompok manapun, bukan mewakili ormas, timses atau siapapun. Dia mewakili dirinya sndiri sebagai dokter yang prihatin terhadap peristiwa kematian petugas KPU yang tidak dapat perhatian yang memadai dari pemerintah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru