NTB, Oerban.com – Program Kuliah, Kerja, Nyata (KKN) Mahasiswa Institut Agama Islam Nurul Hakim (IAI NH) Kediri Angkatan XIX tahun 2025 mengangkat tema “Hijau Qur’ani: Menanamkan Nilai-Nilai Al-qur’an Dalam Pelestarian Lingkungan” dan berlangsung selama 48 hari dari Selasa 22 Juli 2025 hingga Senin 8 September 2025 di dua lokasi, yaitu di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara, NTB.
Salah satu kegiatan yang diadakan mahasiswa KKN IAI NH kali ini adalah “Sosialisasi Stop Bullying” dengan tema “Berbeda Itu Biasa, Menghargai Itu Luar Biasa”. Kegiatan ini berlangsung di SDN 2 Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Sabtu (23/8/2025).
Acara ini dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, pegawai, Dosen Pendamping Lapangan (DPL), narasumber, siswa-siswi SDN 2 Giri Tembesi dari kelas 1 hingga kelas 6, dan panitia dari mahasiswa KKN IAI NH dari tiga fakultas, yaitu Tarbiyah, Dakwah dan Ekonomi.
Dalam sambutannya, mewakili IAI NH, Musta’in, M.Ed., selaku DPL KKN IAI NH yang hadir pada acara tersebut, ia sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa didikannya dalam mengadakan dan mengangkat isu bullying.
“Menghentikan perundingan kita harus mulai dari dunia pendidikan dengan mengadakan kegiatan-kegiatan seperti ini. Tentu teladan dari orang dewasa juga pihak sekolah sangat diperlukan. Dari sekolah ditebarkan ke masyarakatan luas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bullying dapat terjadi bukan hanya di lembaga pendidikan seperti sekolah, tapi juga di rumah bahkan di tengah masyarakat. Karena itu, ia berterima kasih kepada pihak sekolah, baik kepala sekolah, para guru dan pegawai SDN 2 Giri Tembesi yang berkenan mendukung diselenggarakannya kegiatan ini.
Pada kesempatan tersebut, Muhammad Saleh, S.Pd., Anggota Tim Pokja P3AKS Provinsi NTB (SK Gub. NTB 2023) selaku narasumber memaparkan seputar bullying (perundungan), dari pengertian, jenis-jenis bullying (fisik, verbal, phsikologi), dan mengapa terjadi bullying serta tata cara menghindarinya.
“Jenis perundungan meliputi fisik (tindakan agresif pada tubuh), verbal (kata-kata kasar), sosial (mengisolasi dan merusak reputasi), psikologis/emosional (memanipulasi perasaan), cyberbullying (melalui media digital), seksual (pelecehan yang bersifat seksual), dan rasial (berdasar ras atau etnis),” ungkapnya.
Kegiatan seperti ini menunjukkan kepedulian IAI NH dan SDN 2 Giri Tembesi terhadap isu bullying. Kegiatan ini sangat membantu IAI NH dalam memberikan pengetahuan terkait bullying, potensi yang dapat membuat siapapun menjadi pelaku dan korban, efek yang ditimbulkan, dan cara menghindari juga mengatasinya kepada para guru dan siswa-siswi di SDN 2 Giri Tembesi. (Syam)
Editor: Ainun Afifah

