Oerban.com – Mantan Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi pusat perhatian politik usai meng-upload cuitan soal mimpinya di Twitter pekan lalu. Tokoh yang menjadi inisiatif berdirinya partai Demokrat ini mengisahkan tentang perjalanannya menaiki kereta api bersama Jokowi, Megawati dan Presiden ke-8 Indonesia mendatang.
SBY menceritakan, kisah bermula saat Jokowi datang ke Cikeas (kediaman SBY) untuk kemudian bersama-sama menjemput Megawati di kediamannya. Lalu ketiga mantan presiden tersebut menuju stasiun Gambir, di stasiun telah menunggu Presiden ke-8 Indonesia yang sudah membelikan karcis kereta api Gajayana ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Usai bersama-bersama menaiki kereta, SBY mengaku di dalam mimpinya mereka juga sempat duduk bersama sambil berbincang dan meminum kopi, lalu diakhiri dengan kembalinya Jokowi ke Solo dan berlanjutnya perjalanan SBY ke Pacitan, sementara itu Megawati melanjutkan perjalanan ke Blitar untuk berziarah ke makam Bung Karno.
Jika diperhatikan dengan seksama, mimpi SBY terlalu detail untung dianggap sebagai bunga tidur, namun tidak menutup kemungkinan mimpi itu benar-benar hadir di dalam tidur. Kendati begitu, kata mimpi tidak bisa ditafsirkan tunggal sebagai bunga tidur, mimpi bisa saja harapan, cita-cita atau keinginan.
Lebih masuk akal jika mimpi SBY ditafsirkan sebagai harapan, menariknya mimpi tersebut diungkap pasca adanya pertemuan Puan dan AHY, sehingga membuat orang berspekulasi jika SBY bermimpi bisa berada di dalam satu gerbong dengan Megawati dan Jokowi.
Bisa jadi pula jika mimpi yang diinginkan SBY adalah rekonsiliasi antara para pemimpin Indonesia, sehingga siapapun yang terpilih di Pilpres mendatang akan dapat fokus pada pembangunan Indonesia, dibanding harus sibuk mengurusi konflik pembelahan di kalangan elite atau masyarakat bawah.
Tidak ada yang tahu pasti mengenai maksud sebenarnya dari mimpi dan niat SBY mengungkapkan mimpi tersebut, mungkin orang hanya akan melihatnya sebagai sumber kegaduhan politik atau bumbu penyedap dalam isu-isu terkini.
Tapi satu hal yang pasti, mimpi SBY merupakan upaya untuk memperkuat daya tawar AHY di mata koalisi perubahan, sehingga Anies dkk makin digiring untuk final pada satu pilihan, yaitu mendeklarasikan AHY sebagai Calon Wakil Presiden, sebab jika tanpa hadirnya Demokrat, pencapresan Anies akan sia-sia.
Zuandanu Pramana Putra, Pemimpin Redaksi Oerban.com

