PENTINGNYA FILOSOFIS SUATU KABINET SEBAGAI TOLAK UKUR KESUKSESAN SUATU KABINET KERJA

oleh -99 views
Sumber: Zuan

Jambi, Oerban.com – Apa yang paling mencolok dari suatu kabinet kerja? Nama kabinet. ya, nama suatu kabinet kerja adalah yang paling mencolok di sana. Pemilihan nama tidak lepas dari harapan dan cita-cita kabinet itu sendiri, filosofi juga harus diperhatikan betul dalam pemberian nama ini.

Sama halnya dengan manusia, nama sebagai hadiah kelahiran bukan hanya untuk sekedar identitas, tapi ada makna lebih dalam di baliknya. Nama adalah doa dan harapan yang telah dititipkan pada kita semua yang memiliki nama.

Suatu kabinet kerja bisa dikatakan sukses ketika dia telah mampu menerapkan nama dan filosofi kabinet itu sendiri. Sebagai contoh, presiden jokowi saat ini memberikan nama kabinet kerjanya “Indonesia Maju” Maka jika tidak ada kemajuan apapun di Indonesia baik dari bidang ekonomi, kekuatan militer ataupun yang lainnya, maka pak jokowi dan anggota kabinetnya telah gagal.

Nama dan filosofi kabinet kerja tidak akan langsung tertanam begitu saja, ada proses yang harus dilalui, dan untuk melalui proses yang sulit itu ada 3 syarat utama yang harus dilakukan menurut ustadz anis matta, yaitu:

1. Memohon pertolongan kepada Allah

Banyak orang yang hanya fokus untuk melatih dialektika dan retorika, tapi mereka lupa bahwa yang paling mendasar dari itu semua adalah kedekatan seseorang pada Allah. Terkadang kita lupa bahwa yang memberikan hidayah kepada manusia itu adalah Allah. “Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. [Al Qashash/28 : 56].

2. Menjadi ukhuwah agar tetap solid

“Domba yang sendirian itu lebih mudah untuk diterkam serigala”. Perkataan yang paling sering kita dengar ini juga merupakan perkataan yang paling sering di abaikan. Padahal jelas di dalam Al-Quran Allah mengatakan: “Berpegang lah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai” .” (QS Ali Imran:103). Kita semua tidak akan sanggup memikul amanah dakwah sendirian, begitu juga yang terjadi di zaman Rasulullah, ketika Mush’ab bin Umair sukses menjadi duta islam pertama di Madinah sehingga Madinah mampu menjadi basic dakwah yang kuat bagi Rasulullah untuk menyebarkan ISLAM di bumi Allah.

3. Kerja keras

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11). Mulai sekarang bersungguh-sungguh dalam memikul amanah dakwah itu imam Hasan Al-Banna mengatakan “saya percaya, bahwa di leher setiap muslim tergantung amanah besar untuk mengorbankan seluruh jiwa dan raga serta hartanya demi membimbing manusia menuju cahaya islam”. Mulai saat ini saya ingin mengatakan bahwa berlaku ayat Allah untuk kita semua muharrik dakwah “lambung mereka jauh dari tempat tidurnya” (QS. As-Sajdah:16:) sejak hari ini tidak ada lagi waktu untuk tidur, saya telah memulainya dan sekarang giliran kalian semua untuk ikut bergabung.

Penulis: ZDN (Kader KAMMI komisariat Al mizan UIN STS JAMBI)
Editor: Renilda Pratiwi Yolandini