Jambi, Oerban.com — Upaya meningkatkan produktivitas lahan hasil program Cetak Sawah Rakyat (CSR) terus diperkuat melalui langkah percepatan tanam yang terkoordinasi. Lahan-lahan sawah baru yang telah dicetak diharapkan segera memasuki masa tanam agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi padi di Provinsi Jambi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap langkah strategis tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi, Sugeng Mulyono, S.TP., M.P., menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Tanam CSR yang diselenggarakan di BRMP Jambi. Forum ini menjadi wadah penyelarasan program dan penguatan sinergi antar instansi guna memastikan percepatan tanam berjalan efektif dan sesuai ketentuan teknis.
Rakor tersebut dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi Inovasi Pengolahan Irigasi, Ir. Hendri Sosiawan, CESA, Kepala BRMP Jambi, Kepala BLIP, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Sarolangun, Bungo, dan Batanghari, unsur Kodim Sarolangun, serta perwakilan Universitas Jambi (UNJA).
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Jambi menegaskan bahwa percepatan tanam di lahan CSR harus dilaksanakan secara terencana dan berbasis data teknis agar hasilnya optimal. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, akademisi, dan lembaga pelatihan menjadi faktor penentu keberhasilan di lapangan.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian menyampaikan pentingnya pemenuhan kriteria teknis lokasi, antara lain ketersediaan sumber air yang memadai, status lahan yang jelas dan bebas sengketa, kesesuaian tata ruang, kemiringan lahan kurang dari 8 persen, luas hamparan minimal 5 hektare, serta dukungan jaringan irigasi atau drainase. Untuk lahan gambut, ketebalan gambut disyaratkan kurang dari 1 meter dengan kedalaman pirit lebih dari 60 cm dari permukaan tanah.
Plt. Kepala Bapeltan Jambi menyampaikan kesiapan lembaganya dalam mendukung percepatan tanam melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui pelatihan teknis budidaya padi, pengelolaan tata air, serta peningkatan kompetensi petani dan pendamping agar sawah baru dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan.
Dengan adanya koordinasi yang solid dan pembagian peran yang jelas antar pemangku kepentingan, percepatan tanam pada program Cetak Sawah Rakyat diharapkan dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi pangan di Jambi.
Editor: Alfi Fadhila

