Kota Jambi, Oerban.com – Dr.dr.H. Maulana, MKM, memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Jambi, Kamis (15/1/2026), yang digelar di Aula Bappeda Kota Jambi.
Rapat ini dihadiri unsur Forkopimda, Kapolresta Jambi, Kepala Balai POM, kepala OPD, camat, Kepala Bappeda, serta pimpinan yayasan dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam rapat tersebut, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa Program MBG merupakan kebijakan strategis nasional yang harus dikawal bersama di daerah. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah dapur yang beroperasi, tetapi juga dari ketepatan sasaran, keamanan pangan, serta keberlanjutan pelaksanaannya.
Berdasarkan laporan Satgas MBG Kota Jambi per Januari 2026, jumlah dapur SPPG yang telah terbentuk mencapai 38 unit dari total target 61 dapur. Capaian ini setara dengan 62,3 persen, sementara 34 dapur lainnya masih dalam tahap pembangunan. Program MBG di Kota Jambi saat ini telah menjangkau sekitar 94.302 penerima manfaat, terdiri dari 92.568 peserta didik, 1.120 balita, 175 ibu hamil, dan 439 ibu menyusui.
Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi menargetkan seluruh dapur MBG dapat beroperasi secara optimal sehingga cakupan penerima manfaat terus meningkat.
Ia juga meminta seluruh pihak terkait untuk mempercepat proses persiapan dapur yang belum beroperasi, termasuk pendampingan teknis dan pemenuhan standar operasional.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat dan cerdas. Karena itu, sinergi antarinstansi dan mitra di lapangan menjadi kunci utama,” ujar Maulana.
Selain percepatan operasional, rapat juga membahas hasil monitoring lapangan terhadap dapur SPPG. Dari 38 dapur yang ada, sebanyak 35 dapur telah memenuhi kriteria pelatihan penjamah makanan. Namun masih ditemukan beberapa catatan terkait standar kualitas air, penggunaan alat pelindung diri, serta pengelolaan limbah dapur yang perlu segera dibenahi.
Wali Kota menekankan agar pengadaan bahan pangan untuk MBG tidak mengganggu pasokan pasar lokal dan tidak memicu inflasi.
Ia meminta koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar program berjalan sesuai juknis dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), doa bersama, dan foto bersama sebagai bentuk komitmen seluruh pihak dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Jambi.
Editor: Alfi Fadhila

