email : oerban.com@gmail.com

24.4 C
Jambi City
Thursday, March 26, 2026
- Advertisement -

Ramadan Terasa Hampa? Mungkin yang Hilang Bukan Suasananya, Tapi Maknanya

Populer

Oleh: Ihwang Syaputra, S.Sos*

Oerban.com – Fenomena menarik muncul di tengah masyarakat, khususnya di kalangan anak muda: Ramadan terasa semakin “hampa”. Suasana yang dulu begitu hangat, penuh semangat ibadah, kini bagi sebagian orang justru terasa biasa saja bahkan kosong.

Hal ini bukan sekadar asumsi. Dalam sebuah diskusi santai hingga larut malam bersama beberapa teman dan sahabat, muncul pertanyaan yang sama: kenapa vibes Ramadan tahun ini terasa berbeda? Tidak sehangat dulu, tidak seantusias dulu.

Sebagian beranggapan, penyebabnya adalah perubahan fase kehidupan. Ada yang tidak lagi aktif di organisasi dakwah, ada yang mulai sibuk dengan pekerjaan dan urusan dunia, bahkan ada yang mengakui dirinya terlalu larut dalam rutinitas hingga melupakan esensi Ramadan itu sendiri.

Baca juga  Nikmati Kopimu Walau Pahit: Seni Bersyukur dalam Menjalani Takdir

Namun, benarkah suasana Ramadan yang berubah? Atau justru cara kita memaknainya yang mulai bergeser?

Ramadan sejatinya adalah bulan mulia yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk beribadah. Tidak ada satu bentuk ibadah yang mutlak harus seragam. Membaca Al-Qur’an, salat malam, sedekah, hingga membahagiakan orang lain semuanya adalah jalan kebaikan.

Ibadah Khalid bin Walid tentu berbeda dengan ibadah Abu Darda. Begitu pula tidak sama dengan ibadah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, maupun Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Baca juga  Waktu yang Hilang Adalah Hutang: Mengapa Menunda Itu Berbahaya

Sejarah telah menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki cara yang berbeda dalam mendekatkan diri kepada Allah. Ada yang unggul dalam ibadah hati, ada yang kuat dalam amal sosial, dan ada pula yang konsisten dalam ibadah fisik. Perbedaan itu bukan untuk dibandingkan, melainkan untuk disadari bahwa setiap orang memiliki “jalan Ninjanya” masing-masing dalam meraih ridha-Nya.

Namun di balik itu, ada satu hal penting yang sering terlewat: kualitas ibadah.

Banyak orang terjebak pada angka berapa kali khatam Al-Qur’an, berapa rakaat salat malam, atau seberapa banyak target ibadah yang tercapai. Ketika fokus hanya pada kuantitas, ibadah berisiko kehilangan ruhnya. Hati menjadi lelah, pikiran terbebani, dan pada akhirnya muncul perasaan hampa.

Padahal, esensi Ramadan bukan sekadar banyaknya amalan, melainkan kedalaman makna di setiap ibadah yang dilakukan.

Baca juga  Hadirkan Aksi Sosial Konkret, Harapan Amal Mulia Launching Program Ramadan Kebaikan Nyata 1447 H

Ada yang mungkin hanya membaca sedikit ayat, tetapi mampu menghayatinya hingga meneteskan air mata. Ada yang salat malam meski tidak panjang, namun benar-benar merasakan kedekatan dengan Allah. Dalam momen seperti itu, doa terasa lebih hidup, harapan terasa didengar, dan hati menemukan ketenangan yang sulit dijelaskan.

Di titik inilah, sebagian orang justru merasakan Ramadan terbaiknya bukan karena banyaknya ibadah, tetapi karena kualitas dan keikhlasan yang lebih dalam.

Maka, ketika Ramadan terasa hampa, mungkin yang perlu dilakukan bukan menambah beban target, melainkan berhenti sejenak untuk berkaca. Apakah ibadah yang dilakukan selama ini hanya formalitas? Apakah hati benar-benar hadir dalam setiap doa dan sujud?

Baca juga  Sampaikan Khotbah di Masjid Al Hidayah, Da'i Muda Jambi Muhammad Agus Saputra Beri Dua Pesan Penting

Ramadan bukan tentang siapa yang paling banyak, tetapi siapa yang paling tulus.

Pada akhirnya, “vibes” Ramadan bukanlah sesuatu yang datang dari luar. Ia lahir dari dalam diri dari hati yang sadar, dari iman yang hidup, dan dari kesungguhan dalam menjalani setiap ibadah.

Jika terasa hampa, mungkin bukan Ramadannya yang berubah. Bisa jadi, kitalah yang perlu kembali menemukan maknanya.

Baca juga  Memasuki Bulan Ramadan, Ini Tradisi Masyarakat Arab Melihat Bulan

*Penulis merupakan alumni Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru