email : oerban.com@gmail.com

28.4 C
Jambi City
Jumat, Agustus 6, 2021
- Advertisement -

Regenerasi Petani, Petugas POPT Dampingi Petani Milenial Lakukan Pengamatan OPT Cabai Merah

Populer

renilda pratiwi yolandinihttps://www.oerban.com
Renilda Pratiwi Yolandini merupakan FinMartEd (Finansial, Marketing, dan Editor) di Oerbanesia. sedang menempuh pendidikan di FKIP UNJA (S1) dan mulai tergabung di Oerbanesia pada tahun 2018.

Bangko, Oerban.com – Desa Renah Pelaan yang terletak di Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin merupakan salah satu kawasan potensi komoditas hortikultura dengan topografi datar sampai landai. Berbagai komoditas ditanam di desa ini, salah satunya adalah cabai merah.

Budidaya cabai merah memerlukan perhatian khusus terutama dalam hal pemeliharaannya, karena tanaman yang sangat diidolakan para ibu ini sangat rentan terhadap hama dan penyakit.

Abdullah, ketua Kelompok Tani Batu Berdiri Desa Renah Pelaan membudidayakan cabai merah varietas Lado F1 dan lokal pada lahan seluas 0,5 hektar. Pupuk yang digunakan pada tanaman ini kombinasi antara pupuk hayati, asam humat dan juga pupuk kimia.

Kami agak terkendala dengan serangan hama dan penyakit pada tanaman ini, namun untungnya penyuluh pertanian dan petugas POPT di wilayah ini senantiasa mendampingi dan membantu setiap permasalahan yang kami hadapi, tutur Abdullah.

Hal ini seperti yang pernah diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, bahwa keberhasilan dibidang pertanian tidak lepas dari dukungan para penyuluh pertanian dan aparatur terkait lainnya. Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak dalam pembangunan dan pengembangan sektor pertanian.

Baca juga  Panen Padi di Kabupaten Merangin Memuaskan Seluruh Pihak

Jubra Harjoko, penyuluh pertanian setempat bersama-sama dengan Abdul Jabbar Mahmuda, petugas POPT selalu memberikan sumbangsih pemikiran atas kendala yang ditemui oleh petani di lapangan.

Seperti pun saat ini, Abdul membimbing petani milenial di Desa Renah Pelaan dalam mengamati OPT pada tanaman cabai merah yang ada. Disini banyak generasi muda yang mulai tertarik dunia pertanian, namun kemampuan mereka perlu ditingkatkan lagi terutama dalam hal pengendalian OPTnya, ujar Abdul.

Ketertarikan generasi muda akan dunia pertanian sudah memberikan angin segar bagi daerah ini, mengingat bahwa kesan pertanian konvensional yang telah mendarah daging tertancap dalam benak anak jaman sekarang.

Baca juga  Banting Stir Menjadi Petani Cabai, Pemuda Asal Bungo Sukses Kumpulkan Rupiah

Abdul berharap dengan adanya bimbingan dalam pengendalian OPT tanaman cabai, akan membentuk karakter petani mandiri yang mampu mengamati, mengenali dan mengendalikan OPT dengan tepat. Selain itu diharapkan petani milenial ini mampu menjadi “petani pengamat” untuk kelompok tani yang ada di desanya.

Keterlibatan generasi milenial dalam mendukung, mengembangkan, serta memajukan sektor pertanian menjadi sangat dibutuhkan. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa generasi milenial memiliki ciri berpikir strategis, inspiratif, inovatif, energik, antusias, dan fasih mengadopsi teknologi dalam beragam aspek bisnis sehingga diprediksi menjadi pembawa pembaruan dalam pembangunan pertanian.

Penulis: Dyah Nastiti Anindita

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Berita Terbaru