Medan, Oerban.com – Regenerasi tenaga kerja terampil menjadi kunci utama dalam menjamin keberlanjutan pengelolaan perkebunan, khususnya di sektor kelapa sawit yang strategis bagi perekonomian nasional. Sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi ini, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi menggelar kegiatan Sertifikasi Kompetensi Asisten Kebun Kelapa Sawit di Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan.
Kegiatan sertifikasi ini diikuti oleh 117 mahasiswa/i Program Diploma IV Budidaya Perkebunan Fakultas Vokasi ITSI, dan berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 7 hingga 16 Juli 2025. Para peserta dibagi ke dalam tiga gelombang, yaitu Gelombang 1 sebanyak 32 orang, Gelombang 2 sebanyak 40 orang, dan Gelombang 3 sebanyak 37 orang.
Dalam sambutannya, Kepala Bapeltan Jambi, Sugeng Mulyono, S.TP., M.P., menegaskan pentingnya pelaksanaan sertifikasi kompetensi untuk skema Asisten Kebun Kelapa Sawit, khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir.
“Sertifikasi ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki mahasiswa oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan sangat penting sebelum mereka terjun ke dunia industri,” jelasnya.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan ini antara lain perwakilan dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian, yakni Rachmad Saputra, SE, M.Si.M, serta Basri Sirait, S.E. dari TUK Bapeltan Jambi. Selain itu, sejumlah asesor kompetensi juga hadir, di antaranya Ir. Lindung, M.P., Binsar Simatupang, S.P., M.P., Syukur, S.P., M.P., dan Taufiqurahman, S.P., M.P.
Para peserta sertifikasi merupakan mahasiswa semester 8 yang sedang mempersiapkan tugas akhir. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya dipersiapkan secara akademik, tetapi juga dibekali pengakuan resmi atas kompetensi mereka, sebagai modal penting saat memasuki dunia kerja di industri perkebunan kelapa sawit.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga pelatihan, perguruan tinggi, dan LSP dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan yang berkelanjutan.
Editor: Ainun Afifah

