email : [email protected]

23.7 C
Jambi City
Senin, Maret 4, 2024
- Advertisement -

RESIKO MEMIMPIN

Populer

Jambi, Oerban.com – Resiko memimpin adalah berkorban, karena ia mengelola banyak hati, menampung banyak ide dan gagasan, menerima banyak masukan, menyimpan banyak narasi, merawat visi dan misi maka seringkali ia mengorbankan isi hati, fikiran, ide, serta gagasan ia sendiri, bukan karena yang ia miliki tidak sesuai melainkan ia mesti menjaga banyak perasaan.

Resiko memimpin adalah menderita, mungkin kita masih ingat bagaimana khalifah umar bin abdul aziz dalam kisahnya ketika hendak tidur siang sebentar karena letih sehabis mengantarkan jenazah salah satu rakyatnya. Lalu anaknya mengingatkannya dengan berkata “masih sempatkah kau tertidur duhai amirul mukminin, sedangkan rakyat mu mungkin masih ada yang menderita” seketika ia bangun dan keliling kemasyarakatnya. Atau kita masih ingat salah seorang khalifah memikul gandum untuk diberikan ke masyarakatnya yang membutuhkan. Begitulah pemimpin ia seringkali menderita demi kenyamanan dan kebahagiaan masyarakatnya.

Resiko memimpin adalah dighibahi, dicaci maki bahkan bisa jadi di fitnah. Dizaman yang serba mudah, paket internet berlimpah ini, seringkali kita melihat cacian, hinaan,makian bahkan fitnah terhadap pemimpin. Ada pemimpin yang memenjarakan rakyatnya ada pula yang bersabar, itulah resiko memimpin, kita tidak boleh membalas cacian rakyat pada kita dengan mengurunya dipenjara karena bisa jadi yang ia rasakan justru lebih pahit dari pada apa yang bisa ia sampaikan.

Mungkin masih banyak resiko yang lain, namun pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menghitung resiko yang cermat tapi tidak takut mengambil resiko.
Karena mempin dipenuhi banyak resiko, pemimpin haruslah orang yang sujudnya lebih lama, tilawahnya lebih banyak, tahsin dan hafalannya lebih baik, keburukannya paling sedikit, kebaikannya harus lebih banyak, tahajudnya harus lebih sering, Dhuha nya gak boleh ketinggalan, Rawatib nya ia wajibkan dan segala amalan harus ia maksimalkan. Karena sejatinya manusia tak mampu memimpin melainkan Allah yang bantu dan kuatkan ia dikala memimpin.

Penulis: Ori D Zandra
Editor: Renilda Pratiwi Yolandini

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru