email : oerban.com@gmail.com

33.2 C
Jambi City
Sabtu, Juni 19, 2021
- Advertisement -

Sara Zemmahi, Kandidat Pemilihan Prancis Yang Tetap Bersaing Meski Tren Anti Muslim Meningkat

Populer

Paris, Oerban.com – Kecenderungan Islamophobia telah meningkat menjelang pemilihan Prancis 2022 dan serangkaian kebijakan anti-Muslim yang mengganggu di negara itu. Teknisi laboratorium Sara Zemmahi telah menjadi target terbaru dari kondisi ini.

Zemmahi mencalonkan diri sebagai anggota dewan lokal yang didukung oleh partai berkuasa Presiden Emmanuel Macron namun, bulan lalu partai itu menarik dukungannya karena Zemmahi mengenakan jilbab di poster kampanye.

Pria berusia 26 tahun itu dan tiga kandidat lainnya yang pernah bernasib sama kini mencalonkan diri sebagai calon independen di kota selatan Montpellier dibawah slogan “Berbeda tapi bersatu untuk anda.”

Kondisi itu meletus setelah sayap kanan mengambil gambar itu sebagai bukti bahwa Macron lemah dalam melindungi nilai-nilai sekuler Prancis, dan mendorong Zemmahi ke dalam pertikaian nasional atas identitas.

“Kami tidak menyerah,” kata Zemmahi, masih mengenakan jilbab saat dia membagikan brosur kampanye di La Mosson, distrik Montpellier berpenghasilan rendah yang merupakan rumah bagi generasi imigran Muslim dari bekas koloni Afrika utara Prancis.

Dalam wawancara pertamanya sejak dia terlibat dalam debat nasional tentang peran Islam di Prancis, Zemmahi mengatakan dia ingin fokus mempromosikan kesempatan yang sama dan memerangi diskriminasi.

“Ini lingkungan saya, saya lahir di sini. Jilbab bukan masalah bagi kam” ungkapnya. Namun, di sebagian besar Prancis, kondisi diskriminasi memang demikian.

Foto kampanye Zemmahi memecah partai LaRem Macron, yang mencerminkan perpecahan mendalam tentang bagaimana hukum sekuler harus diterapkan, terutama setelah Islam muncul sebagai agama terbesar kedua di negara itu di setelah Katolik.

Bagi pendukung interpretasi ketat laicite, sekularisme versi Prancis, hiasan kepala Islam (jilbab) telah menjadi simbol politisasi Islam, penaklukan dan perlawanan terhadap visi Republik tentang identitas Prancis.

Laicite dan identitas akan menjadi pusat pertempuran kampanye menjelang pemilihan presiden 2022. Jajak pendapat menunjukkan pemimpin sayap kanan Marine Le Pen akan menjadi penantang terbesar Macron.

Mahfoud Benali, yang mengepalai Sura tim Zemmahi, mengatakan Prancis sedang berubah. “Saya mendukung pejabat terpilih yang mencerminkan masyarakat,” katanya.

Tantangan sayap kanan

Baca juga  Para Ahli Menilai Undang-undang 'Anti-Separatisme' Prancis Bertujuan untuk Melegalkan Islamofobia
Baca juga  Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Motif Sosial Memilih

Zemmahi tidak mengenakan jilbab sepanjang waktu tetapi rekan-rekannya mengatakan foto kampanye dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana mereka mencerminkan demografi lokal.

Puncaknya setelah orang nomor 2 di partai Nasional Rassemblement Le Pen mempertanyakan kredensial Macron sebagai pembela nilai-nilai sekuler dari apa yang disebut presiden sebagai “separatisme Islam.”

“Begitukah caramu melawan separatisme?” Jordan Bardella mengetweet bersama dengan salinan brosur.

Prinsip LaRem adalah bahwa seharusnya tidak ada tempat untuk menampilkan simbol-simbol agama secara terbuka pada dokumen kampanye pemilihan, Stanislas Guerini, sekretaris jenderal partai, menanggapi. Tak lama kemudian, dia menarik kembali dukungannya.

“Saat Anda memakai simbol agama di poster kampanye, itu menjadi tindakan politik,” kata juru bicara LaRem Roland Lescure kepada Reuters. “Saya lebih suka kandidat kami dan pejabat terpilih kami berbicara kepada semua warga negara.”

Hukum Prancis tidak melarang mengenakan jilbab atau “simbol agama” lainnya dalam gambar di brosur pemilu.

Anggota parlemen LaRem Coralie Dubost menyatakan penyesalannya atas sikap partainya: “Seharusnya dia harus mendapat tempat di partai kita apakah dia mengenakan jilbab atau tidak.”

Di pasar, pelukis rumah Karim el Ameraouy mengucapkan selamat kepada Zemmahi. “Jilbab tidak menghentikan Anda menjadi orang Prancis,” katanya.

Sumber : Daily Sabah

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Berita Terbaru