Kota Jambi, Oerban.com – Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, M.K.M., menyoroti fenomena viral negatif di era digital yang kerap menimpa pelayanan publik. Hal itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Pelayanan Publik Angkatan III Tahun 2026 di Gedung Diklat BKD Kota Jambi, Senin (6/4/2026).
Menurut Maulana, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus siap menghadapi tekanan publik, karena satu kesalahan kecil dapat dengan cepat menyebar luas dibandingkan banyaknya kebaikan yang telah dilakukan.
“Seratus kebaikan tidak akan terlihat, tapi satu kesalahan bisa viral ke mana-mana. Ini risiko yang harus siap kita hadapi sebagai pelayan publik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat lebih mudah menyampaikan keluhan secara terbuka, bahkan melalui media sosial. Kondisi ini, kata dia, menuntut ASN untuk memiliki mental yang kuat dan tidak mudah tersinggung.
“Sekarang laporan tidak lagi lewat kotak saran, tapi langsung viral. Karena itu, ASN tidak boleh baper dan harus punya kesabaran tinggi,” tegasnya.
Maulana juga menekankan pentingnya sikap empati dan respons cepat dalam merespons keluhan masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang humanis dapat meredam emosi masyarakat, meskipun persoalan yang disampaikan belum tentu sepenuhnya kesalahan penyelenggara layanan.
“Ketika masyarakat datang marah, sambut dengan baik, dengarkan, dan bantu. Dengan empati, tensi kemarahan bisa turun,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa pelayanan publik tidak pernah berhenti pada satu titik, karena ekspektasi masyarakat terus meningkat dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, ASN dituntut untuk terus melakukan perbaikan.
“Pelayanan publik itu selalu ada gap antara harapan dan kenyataan. Hari ini kita sudah baik, besok masyarakat ingin lebih baik lagi,” ujarnya.
Editor: Ainun Afifah

