Muaro Jambi, Oerban.com — Program Etos ID Jambi resmi melepas enam mahasiswa angkatan 2021 dalam prosesi Lepas Juang bertema “From Formation to Mission” yang digelar di Auditorium Gedung Unifac Universitas Jambi (Unja).
Momen ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi refleksi mendalam atas proses pembinaan intensif yang menekankan pada pembentukan karakter, sensitivitas sosial, serta semangat pengabdian.
Acara dibuka dengan penayangan video profil Dompet Dhuafa, menggambarkan perjalanan lembaga tersebut dalam menghadirkan keadilan sosial melalui pendidikan.
Sambutan pertama disampaikan oleh Fasilitator Etos ID Jambi, Ricky Purnama Wirawida, S.Pd., yang menekankan bahwa momen ini merupakan ruang transisi penting dari pembinaan ke pengabdian.
“Hari ini bukan hanya pelepasan formal. Ini adalah penegasan bahwa para etoser telah siap kembali ke masyarakat dengan visi yang lebih matang, responsif terhadap isu sosial, dan memiliki kapasitas untuk memecahkan persoalan nyata,” ungkap Ricky.
Turut hadir dalam acara ini, Dr. Yatno, S.Pt., M.Si. selaku perwakilan Wakil Rektor III Unja, serta Bayu Candra Winata, Ketua Beastudi Dompet Dhuafa Indonesia.

Dalam sambutannya, Bayu menggarisbawahi bahwa ukuran keberhasilan beasiswa bukan semata indeks prestasi akademik, melainkan sejauh mana prestasi menjadi alat untuk kebermanfaatan sosial.
“Kami tidak sekadar mencetak mahasiswa unggul, tapi individu yang mampu menjadi katalisator perubahan di lingkungannya. Etos ID hadir untuk memanusiakan pendidikan,” tegas Bayu.
Dr. Yatno menyampaikan apresiasi terhadap Etos ID sebagai mitra strategis kampus dalam membentuk SDM yang tak hanya cerdas, tapi juga berintegritas dan memiliki kepekaan sosial.

“Kami melihat Etos sebagai rumah pembinaan yang menjembatani idealisme akademik dengan realitas sosial. Kami harap kerja sama ini terus berlanjut dan meluas di Unja,” tutur Yatno.
Puncak acara ditandai dengan pembacaan ikrar alumni dan pengumuman wisudawan terbaik. Davva Ibnu Syawal dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Etos ID Jambi 2025, sebuah pengakuan atas kontribusi, kepemimpinan, dan dedikasinya selama masa pembinaan.
Salah satu alumni yang turut memberikan testimoni menuturkan, “Etos adalah ruang kami dibentuk. Di sini kami diajarkan berpikir kritis, bertindak etis, dan berkontribusi secara sosial. Kami tumbuh tidak hanya sebagai individu, tapi sebagai bagian dari solusi masyarakat.”
Momentum ini menjadi pengingat bahwa investasi pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi melahirkan agen perubahan. Anak-anak muda yang bukan sekadar mencari kerja, tetapi siap bekerja untuk perubahan.
Editor: Julisa

