Muaro Jambi, Oerban.com — Banjir yang terjadi selama tiga hari berturut-turut di Desa Sungai Duren mengakibatkan lebih dari 150 rumah terendam, akses jalan lumpuh, dan lahan pertanian rusak. Warga setempat menyebut banjir ini merupakan yang terparah sejak tahun 2013.
“Ini banjir terbesar yang kami alami dalam lebih dari satu dekade. Banyak rumah terendam, dan jalan sulit dilalui,” kata Lestari, salah satu warga terdampak.
Menurut warga, air mulai naik pada dini hari dan semakin dalam hingga mencapai 70 cm di beberapa titik.
“Jam 5 subuh sudah terendam, banyak barang elektronik seperti kulkas dan alat rumah tangga lainnya yang rusak,” ujar Helen, salah satu warga terdampak kepada Oerban pada Sabtu (15/3/2025).
Selain rumah, sawah dan kebun sawit milik warga juga terendam. “Tahun ini kemungkinan gagal panen total. Nelayan pun kesulitan mencari ikan karena arus deras,” tambah Salam, seorang warga setempat.
Dampak banjir ini semakin parah karena akses jalan di RT 5 dan RT 6 terputus. Warga berinisiatif memperbaiki perahu untuk melintasi jalan yang lumpuh total.
“Kalau bisa, pemerintah memperbaiki jalan dan memberikan bantuan, terutama untuk warga yang kehilangan mata pencaharian akibat banjir ini,” harap Salam.
Banjir ini disebut sebagai limpahan air dari daerah hulu yang kerap terjadi setiap kali hujan deras. Warga berharap adanya solusi dari pemerintah agar bencana ini tidak terus berulang.
Editor: Julisa

