BIJAK GUNAKAN OBAT

oleh -97 views
Sumber: My-best.id

Jambi, Oerban.com – Obat adalah benda atau zat yang dapat digunakan untuk merawat penyakit, meredakan atau menghilangkan gejala, atau mengubah proses kimia dalam tubuh. Penyakit yang sering dialami karena musim tidak menentu, seperti demam, batuk dan pilek. “Obat batuk pilek bagusnya seperti apa ya?”, “Memilih obat batuk yang mana ya?”, “Aman tidak ya?”.

Fakta tentang obat batuk dan pilek, diantaranya:
1. Obat batuk-pilek tersedia di apotek sebagai obat over the counter (OTC)
Pengobatan dikombinasikan tujuannya untuk mengatasi lebih dari satu gejala batuk pilek.
2. Komposisi obat penting untuk diketahui karena berpotensi membuat gejala semakin parah.
3. Obat memiliki interaksi dan efek samping, oleh karena itu penting untuk membaca brosur obat.

Bahan aktif seperti, Analgesik-Dekongestan. Analgesik ( anti nyeri atau pusing), contohnya parasetamol, ibuprofen dan dekongestan digunakan untuk hidung mampet, seperti Pseudoephedrine, dan Phenyllepherine. Antihistamin- Penekanan batuk. Antihistamin digunakan untuk obat alergi yang memiliki gejala yang sama dengan pilek, misalnya Chlorpheniramine maleat (CTM), Diphenhydramine, Doxylamine succinate. Penekanan batuk, memblok refleks batuk, membuat pilek lebih jarang, contohnya Dextromethorphan. Obat ini tidak untuk batuk karena rokok, emfisema, asma, pneumonia, atau bronkitis kronis karena batuk membantu membersihkan paru-paru. Komposisi obat tersebut mengandung lebih dari satu komposisi obat.

“Jadi, harus membeli obat yang bagaimana?”. Caranya, sebelum membeli obat, bacalah label obat. Beberapa obat dapat menyebabkan kantuk, oleh karena itu cek kolom “Perhatian!”. Untuk tau dosis yang tepat pada rentang umur tertentu, cek label dosis. Hubungi dokter jika tidak kunjung membaik selama lebih dua hari, batuk lebih dari dua minggu. Hubungi juga dokter atau apoteker apabila, hamil, menyusui atau mengonsumsi obat lain. Jangan mengonsumsi obat lebih dari dosis yang disarankan. Gunakanlah obat yang tepat untuk gejala yang dirasakan. Kombinasi obat untuk anak kurang dari 4 tahun, sebaiknya jangan diberikan. Jika mengonsumsi lebih dari satu produk, hindari duplikasi komposisi. Gunakan obat dengan komposisi kombinasisi jika gejala sesuai dengan brosur yang tertera. Untuk alternatif lainnya, banyak mengonsumsi air mineral dan beristrirahat yang cukup, berkumurlah dengan air garam hangat, serta gunakan chest rub (minyak kayu putih).

Oleh karena itu, bijaklah untuk kita memilih mengonsumsi obat . Ikutilah terapi yang disarankan secara teratur agar daya tahan tubuh kembali dan selalu dalam kondisi prepare on state, bila ada bakteri atau virus menyerang.

Penulis: Nurul Zhikra
Editor: Renilda Pratiwi Yolandini