Kota Jambi, Oerban.com – BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) menunjukkan keteguhan dalam pengembangan sumber daya manusia bagi petani kelapa sawit melalui berbagai program. Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas para petani sawit agar mereka lebih kompeten. Beberapa inisiatif meliputi kolaborasi dengan lembaga pelatihan yang berperan dalam pembinaan petani, salah satunya adalah Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi.
Kerja sama antara BPDP dan Bapeltan Jambi sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian, yang mencakup enam provinsi di Sumatera, telah terjalin selama empat tahun terakhir.
Program pelatihan yang dilaksanakan meliputi pelatihan teknis dalam budidaya kelapa sawit, pelatihan mengenai panen serta pasca panen, pelatihan pengelolaan sarana dan prasarana kebun sawit, serta pelatihan pemetaan lahan untuk para petani sawit. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat kemampuan petani dalam mengelola kebun sawit secara tepat dan efisien, sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil serta pendapatan mereka.
Pada tahun 2025, BPDP memberikan amanah kepada Bapeltan Jambi untuk melatih minimal empat angkatan petani sawit di Provinsi Sumatera Selatan, termasuk petani dari Musi Rawas, Ogan Komering Ilir, dan Musi Banyuasin.
Dinas Perkebunan Musi Banyuasin juga menyatakan komitmen tersebut dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia petani sawit. Kepala Disbun Musi Banyuasin yang diwakili oleh kepala bidang kelembagaan dan SDM, Rubianti, menegaskan komitmen ini.
“Kami sangat bersyukur atas rencana pelatihan ini, dan berharap petani sawit yang menjadi peserta nantinya akan mendapatkan wawasan serta keterampilan dalam mengelola kebun sawit mereka,” ungkap Rubi.
Selanjutnya, Rubi berharap setelah pelatihan, para petani yang dilatih dapat melakukan pemetaan secara sederhana pada lahan mereka, sehingga tidak akan ada lagi patok-patok yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Petani yang akan menerima pelatihan dari BPDP bersama Bapeltan Jambi terdiri dari dua angkatan, masing-masing sebanyak 39 orang.
Untuk memastikan kelancaran acara, Bapeltan Jambi melakukan koordinasi serta kunjungan langsung ke lokasi petani sawit di Musi Banyuasin. Lokasi yang dikunjungi adalah KUD Sriwijaya, sebuah koperasi produsen kelapa sawit yang terletak di Desa Sukajaya, Kecamatan Plakat Tinggi. Koperasi ini telah berdiri sejak tahun 1995 dan berhasil melakukan peremajaan kebun sawit berkat dukungan dana dari BPDP.
KUD Sriwijaya memiliki program peremajaan kebun sawit yang didanai oleh BPDP dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas kelapa sawit. Ketua KUD Sriwijaya, Bambang Kariyanto yang diwakili oleh Eris Haryanto, menyatakan bahwa koperasi ini telah berhasil meremajakan kebun sawit seluas 1. 069 hektare pada tahap pertama, dan saat ini sedang dalam proses untuk tahap kedua dan ketiga.
“Dengan bantuan dari BPDP, kami telah melakukan peremajaan kelapa sawit seluas 1. 069 hektare. Proses peremajaan ini penuh tantangan, namun kerja sama yang baik antar anggota membuat kami berhasil,” kata Eris.
Saat ini, umur kelapa sawit anggota KUD Sriwijaya sudah mencapai 48 bulan dan mereka mulai panen. Meskipun baru memulai panen, para anggota merasa sangat senang karena mereka sudah mendapatkan pendapatan meskipun masih kecil.
“Semoga tahun depan panen sudah normal dan hasil panen sesuai harapan sehingga kami bisa menikmati hasil kerja keras selama ini, karena tidak mudah untuk memulainya,” tutup Eris.
KUD Sriwijaya memanfaatkan dana hibah PSR yang mencapai 80% dari total alokasi Rp30 juta per hektare hingga tahap P1. Pengelolaan dana yang baik memungkinkan koperasi ini untuk memperbarui kebun sawit dengan pengeluaran yang lebih hemat.
Diharapkan, komitmen yang kuat dari BPDP, Bapeltan Jambi, dan Disbun Musi Banyuasin dapat menguatkan posisi petani sawit di Musi Banyuasin agar dapat meningkatkan hasil produksi serta kesejahteraan mereka.
Dengan adanya komitmen ini, BPDP berupaya meningkatkan kemampuan petani sawit di Indonesia dan mendukung pertumbuhan industri kelapa sawit yang berkelanjutan di tanah air.
Selain itu, BPDP juga merancang program pengembangan yang bertujuan antara lain untuk mendorong penelitian serta pengembangan, promosi, meningkatkan infrastruktur untuk sektor perkebunan, pengembangan biodiesel, penanaman kembali, penguatan mitra usaha dan ekspor, serta memberikan edukasi tentang industri kelapa sawit kepada masyarakat.
Dukungan untuk pengembangan sumber daya manusia oleh BPDP di sektor pendidikan dilaksanakan melalui program penelitian dan beasiswa yang bekerja sama dengan lembaga pendidikan di Indonesia. Beasiswa ditawarkan untuk tingkat diploma I, II, III, IV (vokasi), dan strata 1 (akademik) dengan fokus pada kompetensi kelapa sawit.
Sepanjang tahun 2024, BPDP telah mengeluarkan dana bagi program pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk 12. 514 orang dengan total mencapai Rp314,36 miliar. Program ini meliputi penyaluran beasiswa untuk keluarga petani dan pelatihan. Dalam hal penelitian dan pengembangan, dana yang telah disalurkan oleh BPDP mencapai Rp114,97 miliar, dengan realisasi sebanyak 165 kegiatan penelitian dan pengembangan. (sumber : bpdp.or.id)
Di samping program pengembangan SDM tersebut, BPDP bersama dengan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) juga aktif dalam memperkuat kerja sama dan merancang strategi untuk menghadapi berbagai tantangan global, termasuk proteksionisme perdagangan dan isu lingkungan yang berkelanjutan.
Editor: Ainun Afifah

