email : [email protected]

24.5 C
Jambi City
Selasa, Juni 25, 2024
- Advertisement -

BURSA KEKUASAAN DAN STEREOTIPE PEMBANGUNAN

Populer

Oleh : DOVI EKA WIRANATA
(KETUA GARBI KERINCI)

Provinsi Jambi merupakan satu diantara beberapa wilayah yang juga akan ikut serta dalam pemilihan umum kepala daerah ditahun 2020 mendatang. Tahapan pemilu 2019 belum sepenuhnya rampung, namun ancang-ancang persiapan pilkada sudah mulai terlihat. Pasar demokrasi mulai ramai dengan nama-nama bakal calonnya.

Jauh-jauh hari tradisi kemunculan nama-nama para tokoh pada bursa kepemimpinan daerah menjadi hal yang menarik untuk diperbincangkan. Dialektika masyarakat berkembang lewat obrolan dan pembicaraan dari mulut ke mulut akan jagoannya. Secara tidak sadar aura persaingan antar tokoh mulai terasa baik secara langsung maupun tidak langsung.

Bonus !! sosialisasi multy efek yang dini bertanda semakin dewasanya demokrasi kita baik dikalangan elit maupun dikalangan masyarakat. Pemanfaatan rentang waktu yang lama diharapkan dapat mengerucutkan esensi dari pada pesta demokrasi itu sendiri. Sehingga perkembangan naratif akan arah pembangunan benar-benar fokus pada orientasi kemanfaatan.

Pesta 5 tahunan ini menjadi kapsul waktu bagi masyarakat. Disini masyarakat akan mengukir impian dan harapan yang akan kembali dibuka 5 tahun mendatang dan saat itulah evaluasi mulai dicatat dengan baik. Tentu, di Provinsi Jambi ini bukan kali pertama kontestasi pemilihan kepala daerah dan seharusnya penjurian telah dikantongi masyarakat.

Partisipasi masyarakat dalam menentukan kepala daerahnya dan peran aktif pada evaluasi kinerja akan berdampak baik bagi urgensi percepatan pembangunan sekaligus menangkal stereotipe pembangunan daerah oleh kekuasaan dimana potensi daerah kerap disamaratakan.

KERINCI SEKEPAL TANAH SURGA” Istilah tersebut tidak asing terdengar, benar !! banyak potensi daerah yang tersimpan disini. Kerinci merupakan daerah terluar dan terjauh dari pusat Ibu Kota Provinsi Jambi sekaligus merupakan penduduk terpadat ke-dua setelah Kota Jambi.

Kerinci (Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai penuh) menyimpan potensi luar biasa sekaligus menjanjikan. Hutan yang luas dengan TNKS-nya, Kebun Teh terluas di Asia Tenggara, Gunung Tertinggi di Sumatera dan puncak teringgi di Indonesia selain Papua. Belum lagi dengan kebudayaan yang kaya akan adat dan sejarahnya.

Tapi sayangnya kekayaan alam dan budaya yang terkandung didalamnya tidak diikuti dengan pembangunan daerahnya. Lambannya pembangunan menimbulkan asumsi yang tidak baik. Perhatian yang minim terhadap potensi daerah terlanjur menjadi-cap yang melekat pada Ibu Kota Provinsi terhadap Kerinci.

Inovasi kekuasaan dibutuhkan, kedepan masyarakat berharap pada kepemimpinan yang pandai membaca peta keadaan, dinamis dan pembangunan yang tidak kaku. Mengalokasikan pembangunan yang sesuai pada kebutuhan konstrutif pontensi kedaerahan. Sehingga percepatan pembanguan akan segera terwujud dan dapat dirasakan tidak lama pasca penetapan kekuasaan periodik 5 tahunan.

- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru