email : [email protected]

24.5 C
Jambi City
Selasa, Juni 25, 2024
- Advertisement -

COBA SEBUTKAN PRESTASI JAMBI, TAPI BUKAN KABUT ASAP DAN KORUPSI YA

Populer

Kota Jambi, Oerban.com – Sukses dengan rangkaian kegiatan star and up, GARBI Provinsi Jambi akhiri sesi kegiatan dengan menggelar dialog kebangsaan pada Minggu 25 Agustus 2019 di Hotel Ceria.

Tema yang diangkat adalah “Menakar visi GARBI menjadikan Indonesia 5 besar kekuatan dunia”. Sebagai narasumber GARBI mendatangkan tokoh nasional Musyafa Ahmad Rahim serta pengamat politik Jambi yang juga ketua Kopi Pede Muhammad Al Farisi.

Ketua GARBI Provinsi Jambi beserta Sekretaris saat dialog kebangsaan di hotel ceria Jambi, 25/08/2019 [sumber photo : jang irfan]

“Rencana kita akan menghadirkan 4 orang narasumber, yakni Musyafa Ahmad Rahim, Kapolda Jambi H. Mukhlis, Muhammad Al Farisi, serta mantan sekda Tanjung Jabung Barat Muchlis. Namun sampai acara dimulai dua pembicara berhalangan hadir, sehingga dialog ini diisi oleh duet Musyafa dan Al Farisi”, ungkap Nalta kepada Oerban.

Dalam pemaparannya, Musyafa menguraikan tentang sejarah berdirinya GARBI sampai mengapa ide menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ke 5 dunia mesti diwujudkan.

Ketua GARBI Bungo Jasmi memberikan kritikan atas materi dialog kebangsaan [sumber photo : jang irfan]

“GARBI merupakan gerakan ide, yakni Arah Baru Indonesia. Ide ini bukanlah mengkontraskan antara arah lama dengan arah baru, tapi semangatnya yang perlu diperbarui. Oleh sebab itu, visi tersebut yang akan diperjuangkan. Siapapun yang sevisi tentunya akan dijadikan partner”, jelas Musyafa.

Sementara Muhammad Al Farisi menyampaikan materi dialog dengan mengajukan satu pertanyaan, “Coba sebutkan satu prestasi Jambi, tapi bukan tentang asap dan korupsi?”.

Beragam jawaban diberikan oleh peserta tentang prestasi yang diraih oleh Jambi baik kota/ kabupaten maupun provinsi.

Para peserta dialog kebangsaan perwakilan beberapa daerah serius mengikuti jalannya dialog [sumber photo : jang irfan]

Semua jawaban itu dikonfrontasikan dengan fakta yang terjadi dilapangan, ternyata sangat kontras dan bertolak belakang.

GARBI berencana akan terus menguatkan visi kebangsaan Indonesia dengan cara membangun networking sesama anak bangsa lintas partai, idiologi dan agama sebagaimana yang disampaikan ketua GARBI Provinsi Jambi Hendri.

Menurutnya akar sejarah melayu Jambi adalah salah satu indikator untuk menyemai ide arah baru ini, dimana Jambi pernah menjadi pusat perdaban Melayu kuno. Hal ini ditandai dengan adanya Candi Muaro Jambi sebagai simbol sebuah peradaban. Dengan begitu, kita akan terus membangun kesadaran bersama denvan semua elemen bangsa agar ide ini betul-betul menjadi nafas bangsa kedepan.

Baca juga  Gelar Rapat Paripurna, DPRD Provinsi Jambi Akan Tetapkan APBD Tahun 2023
Deklarator GARBI Provinsi Jambi ustadz Abdul Rozak ikut berikan support, berada ditengah anggota GARBI [sumber photo : jang irfan]

“Jambi ini punya akar sejarah yang kuat, dimana hasil karya peradaban Melayu Jambi menjadi bukti bahwa daerah ini punya sejarah gemilang. Makanya kita mulai menyemai arah baru Indonesia dari Jambi”, ungkap Hendri.

Diakhir acara para peserta dialog menyampaikan beberapa masukan tentang perkembangan GARBI kedepan. (TIM)

- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru