email : [email protected]

25 C
Jambi City
Minggu, Maret 3, 2024
- Advertisement -

PUASA DAUD? NIKMAT IHKWAH

Populer

Oleh: Muthia Arahmah

“Pada hakikatnya, Dunia ini tempat berjuang, dan Surga adalah tempat yang sesungguhnya”
Puasa adalah Perisai (Pelindung)

Tentang hal ini, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Puasa itu adalah perisai. Oleh karena itu, jika salah seorang diantara kalian berpuasa, maka janganlah ia berkata-kata kotor dan jangan pula berlaku bodoh. Jika ada orang yang memerangi atau mencacinya, maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedanf berpuasa’ (sebanyak dua kali). Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah Ta’ala dari pada aroma minyak kasturi, dimana dia meninggalkan makanan, minuman, dan nafsu syahwatnya karena aku (ALLAH). Puasa itu untuk-Ku, dan aku akan memberikan pahala karenanya, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya,” (HR. BUKHARI)

Salah satu jenis amalan sunnah yang masih banyak diamalkan dan disukai oleh umat islam adalah Puasa Daud. Menurut banyak pendapat, puasa ini tergolong istimewa karena menjadi salah jenis amaliah yang secara kontinu dijalankan oleh Nabi Daud, ayah dari Nabi Sulaiman.

Seperti halnya Nabi Sulaiman, Nabi Daud tidak hanya seorang nabi, tetapi juga seorang prajurit, raja dan ahli perang terkemuka di zamanya. Bahkan, Nabi Daud dikenal sebagai nabi yang berhasil mengalahkan musuh yang jauh lebih besar, yaitu Goliath (Jalut). Sepeninggal Nabi Daud, pelaksanaan puasa tersebut tidak lenyap begitu saja. Bahkan, hingga sekarang, umat Muhammad Saw. Juga banyak melakukan Puasa Daud, selain puasa Senin Kamis. Fakta ini menunjukan bahwa Puasa Daud merupakan salah satu jenis amalan sunnah yang sangat istimewa.

Sejarah mencatat bahwa Puasa Daud merupakan puasa khusus yang diamalkan oelh Nabi Daud karena kecintaan beliau yang sangat besar terhadap Allah Swt. Jadi, puasa ini merupakan bukti kecintaan seorang hamba terhadap Tuhannya, bukti kecintaan dari seorang makhluk terhadap Penciptanya (khaliq).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru