email : [email protected]

33.1 C
Jambi City
Senin, April 22, 2024
- Advertisement -

DPC PMKRI Provinsi Jambi Gelar Diskusi Kebangsaan, Ini Tema yang Dibahas

Populer

Kota Jambi, Oerban.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Provinsi Jambi menyelenggarakan Diskusi Kebangsaan di Rumah Kebangsaan Siginjai, Provinsi Jambi, Sabtu (2/3/2024).

Diskusi ini membahas topik Evaluasi Pelaksanaan Pemilu dan Revitalisasi Demokrasi Pasca Pemilu 2024.

Diskusi Kebangsaan ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari HMI, GMNI, BEM Faperta UNJA, serta kader PMKRI di Provinsi Jambi.

Diskusi dimulai dengan Dosen Fakultas Hukum Universitas Jambi, Eriton, memberikan materi. Ia mengajak mahasiswa untuk memahami situasi pasca pemilu 2024. Menurutnya, Pemilu di Jambi secara keseluruhan telah berlangsung dengan sukses dan lancar.

Walaupun ada perbedaan pendapat di antara pemilih terkait Calon Presiden, secara umum, proses demokrasi di Provinsi Jambi berjalan dengan aman dan tertib.

Eriton, seorang dosen, mengajak mahasiswa untuk memahami situasi saat ini dan menyoroti jalur hukum yang harus diikuti jika terjadi sengketa Pemilu.

Eriton menegaskan bahwa emilu di Jambi secara umum berjalan dengan damai meskipun terdapat beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mengalami Perhitungan Suara Ulang (PSU) di beberapa lokasi.

“Bila dibandingkan dengan Pemilu 2019, Pemilu 2024 jauh lebih baik, dan sudah berjalan lancar, terbukti dari jumlah PSU juga sudah berkurang, ” kata Eriton.

Eriton mengundang semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondisi yang kondusif di Provinsi Jambi, karena ini adalah tanggung jawab bersama.

“Sebagai agen off change mari kita rajut kebersamaan dan menjaga kondusivitas di Jambi pasca pemilu 2024,” tuturnya.

Ketua presidium PMKRI Cabang Jambi, Romaito, mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dalam diskusi kebangsaan hari ini.

Ia menjelaskan bahwa tujuan diadakannya diskusi ini adalah untuk menjaga stabilitas demokrasi pasca Pemilu 2024. Romaito berharap agar diskusi yang melibatkan mahasiswa dan organisasi lain dapat berlangsung dinamis dengan pemikiran kritis, sambil tetap menjaga persatuan Indonesia.

Baca juga  DISKUSI PEREMPUAN DAN LINGKUNGAN, HERLIN: NETIZEN BILANG PENCITRAAN

“Tujuan kegiatan ini untuk mengkaji penyelenggaraan Pemilu dengan tetap menjaga demokrasi Indonesia,” ujarnya.(*)

Editor: Ainun Afifah

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru