email : oerban.com@gmail.com

23.6 C
Jambi City
Kamis, Februari 9, 2023
- Advertisement -

Fahri Hamzah Minta 1.271 Pegawai KPK Tetap Rendah Hati Dalam Bekerja

Populer

Jakarta, Oerban.com – Sebanyak 1.271 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), sesuai dengan amanat pada pasal 69C undang-undang KPK yang baru. Meski sebelumnya sempat terjadi polemik dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang merupakan syarat utama alih status menjadi ASN.

Usai pelantikan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah memberikan ucapan selamat dan beberapa pesan melalui akun twitter pribadinya, pada Selasa (2/6).

Fahri mengatakan jika mereka harus terus rendah hati dalam bekerja, sebab memberantas korupsi adalah pekerjaan besar. Selain itu, dia juga mengingatkan agar pegawai KPK yang telah dilantik menjadi ASN menjaga amanah dengan benar, sehingga bangsa Indonesia memiliki harapan di masa depan.

“Rendah hatilah karena ini kerja besar. Ini kerja bersama. Ini kerja bangsa. Rakyat berdoa karena kebaikan hidup mereka sebagian dititipkan di pundak kalian,” ujar Fahri.

Perihal generasi KPK, Setelah revisi UU No 19/2019. Fahri menjelaskan jika KPK RI memerlukan cara baru untuk menjelaskan kerja-kerja besarnya. Mantan politisi PKS itu percaya, 1.271 orang yang telah dilantik kemarin adalah generasi baru yang lebih baik dari KPK generasi UU 30/2002 dulu.

Menurut Fahri, korupsi adalah penyakit dalam tubuh organisasi negara dan pemerintahan. Yang bersemayam dalam semua cabang keluasaan tak terkecuali judikatif. Tapi, penyakit tersebut subur oleh budaya bangsanya yang toleran pada penyimpangan aparat dan pejabat.

“Berat sekali kerja besar ini jika dipikul sendiri. Maka saya berharap, pegawai baru KPK jangan terpukau dengan besarnya keluasaan yang kalian punya atau popularitas yang ada di dunia maya. Tapi fokus dengan menggali semangat kolaborasi yang ada dalam UU KPK lama dan baru. Ini zaman kolaborasi kita tidak hidup sendiri,” paparnya.

Baca juga  Pemerintah Terbitkan SKB Netralitas ASN dalam Pemilu 2024

Bersamaan dengan itu, Fahri menyinggung mengenai kekeliruan para penguasa yang menganggap jika kekuatan dan kekuasaan adalah untuk dimonopoli, padahal untuk dibagi. Sehingga dengan itu, Fahri percaya bahwa korupsi hanya dapat dihilangkan oleh sebuah orkestra.

“KPK bersama presiden harus memimpin orkestra itu. Jangan percaya bahwa kolaborasi bisa merusak kalian. Justru kalau pikiran itu mulai timbul, kalian telah mengidap penyakit menyimpang,” ucap Fahri.

“Membangun eksklusifitas moral dengan menganggap yang lain sudah rusak adalah kekacauan narasi pemberantasan korupsi. Berbahaya!” tutupnya.

Editor: Renilda Pratiwi Yolandini

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru