“KAUM TANI BERDAULAT LAH”

oleh

Oleh : Azim

Petani adalah pahlawan negeri, tanpa petani kita bisa apa? Bahkan tidak keliru jua jikalau. Kita mengatakan bahwa petani adalah perpanjangan tangan Tuhan sebagai soko guru kehidupan ini. Masih segar dalam ingatan penulis selama menempuh dunia pendidikan tidak ditemukan satu. Manusia pun yang bercita cita menjadi petani, terlepas apakah sistem pendidikan itu telah di kapitalisasi jua. Lantas mengapa ini terjadi?

Terlepas dalam benak kita mengatakan bahwa petani itu miskin, kotor, bodoh, bahkan lebih naif lagi petani itu adalah kaum kelas bawah , sesungguhnya itu merupakan sebuah malapetaka dalam cara berpikir kita sebagai anak keturunan adam, yang wajib hukum nya tuk menyegerakan revolusi pikiran. Lalu apa azzam kita? Yaa sederhana nya, kita harus mengembalikan dan memenuhi hak hak kaum tani itu sebab kezholiman dan kesewenang wenangan adalah musuh abadi kita semua,

Sebagai bentuk perlawanan terhadap ke zholiman itu dengan mewujudkan kedaulatan pangan bahwa konsep pemenuhan pangan melalui produksi lokal serta konsep pemenuhan hak atas pangan yang berkualitas gizi baik dan sesuai secara budaya, di produksi dengan sistem pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. kedaulatan pangan itu sendiri merupakan amanat undang-undang nomor 18 tahun 2012.

Kemudian juga mewujudkan apa yang disebut dengan reforma agraria ialah penataan ulang struktur penguasaan tanah yang diawali melalui land reform yakni mendistribusikan tanah kepada petani kecil dan buruh tani tanpa mengingkari undang undang nomor 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok pokok agraria yang merupakan penjabaran dari pasal 33 UUD 1945.

Apakah sekarang pihak pemegang kebijakan sudah bertanggung jawab dalam menjamin distribusi hak hak kesejahteraan petani? Alangkah elok nya jawaban itu kita simpan di benak otak kita masing masing.
Manifesto kesejahteraan kaum tani harus diwujudkan…