email : oerban.com@gmail.com

23.4 C
Jambi City
Tuesday, April 21, 2026
- Advertisement -

Kelaparan di Gaza: Tragedi Kemanusiaan yang Disengaja

Populer

Oleh: Zahran Sabdian Fadholi*

Oerban.com — Gaza kembali menjadi saksi bisu dari kegagalan dunia untuk bertindak. Di tengah puing-puing bangunan yang hancur dan suara dentuman senjata yang tak henti-hentinya, ada satu bencana yang tak kalah mematikan, tapi sering luput dari sorotan kamera: kelaparan.

Kelaparan di Gaza bukan sekadar kekurangan pangan ia adalah senjata tak kasat mata yang digunakan untuk melumpuhkan semangat hidup, merenggut masa depan anak-anak, dan mematahkan perlawanan lewat penderitaan yang diperpanjang.

Saat ini, lebih dari dua juta warga Palestina di Jalur Gaza hidup dalam pengepungan total. Pintu-pintu perbatasan ditutup rapat. Truk-truk bantuan kemanusiaan dibiarkan menumpuk di perbatasan Rafah dan Karem Abu Salem, tak diizinkan masuk oleh otoritas pendudukan.

Sementara itu, kebutuhan pangan dan air bersih di dalam Gaza meningkat drastis setiap harinya. Laporan berbagai lembaga kemanusiaan menyebutkan bahwa sebagian besar anak-anak di Gaza menderita gizi buruk akut, dan banyak dari mereka yang hanya makan sekali dalam dua hari itu pun jika ada makanan.

Baca juga  Erdogan Kecam Sikap Barat atas Pembantaian Israel di Gaza

Ironisnya, tragedi kelaparan ini bukan akibat dari bencana alam atau ketidakmampuan logistik. Ini adalah hasil dari keputusan politik yang disengaja.

Blokade yang diberlakukan sejak lebih dari 15 tahun lalu telah menjadikan Gaza penjara terbuka terbesar di dunia. Kini, serangan militer yang tak kunjung berhenti memperburuk segalanya, dengan menargetkan infrastruktur vital: rumah sakit, gudang logistik, bahkan dapur umum.

Situasi ini diperparah dengan pemutusan total pasokan bahan bakar, listrik, dan air oleh pihak penjajah.

Dunia internasional, sayangnya, hanya bisa mengangkat alis tanpa bertindak. PBB mengeluarkan pernyataan, negara-negara besar menggelar konferensi, namun rakyat Gaza tetap menjerit dalam diam.

Di tengah semua retorika tentang hak asasi manusia dan nilai-nilai kemanusiaan universal, Gaza menunjukkan betapa selektifnya empati global.

Baca juga  Heboh: Video Trump yang Menggambarkan Visinya Tentang Gaza di Media Sosial

Ketika Ukraina diserang, dunia bersatu mengirim bantuan militer, logistik, dan solidaritas. Namun ketika Gaza dikepung dan diluluhlantakkan, dunia seolah dibungkam oleh diplomasi dan kepentingan politik.

Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, negara yang konstitusinya menjunjung tinggi kemanusiaan dan keadilan sosial, kita tidak bisa hanya menjadi penonton. Pemerintah Indonesia harus bersikap lebih tegas.

Tidak cukup hanya menyuarakan keprihatinan di forum-forum internasional. Harus ada tekanan diplomatik nyata, mendorong penyelidikan kejahatan kemanusiaan, dan memperkuat dukungan terhadap lembaga-lembaga yang bekerja langsung di lapangan.

Baca juga  Tiongkok Minta Israel Hentikan Operasi Militer di Rafah

Kelaparan di Gaza adalah cermin dari kebusukan sistem global yang membiarkan penderitaan terus berlangsung demi stabilitas politik dan ekonomi yang semu.

Ini bukan soal Palestina semata, ini adalah ujian bagi nurani umat manusia. Kita harus bertanya pada diri sendiri: sampai kapan kita akan menormalisasi penderitaan ini? Sampai kapan kita akan membiarkan anak-anak mati kelaparan di depan mata kita, sementara dunia terus membicarakan “perdamaian”?

Sebagai pemuda, sebagai pelajar, sebagai bagian dari masyarakat yang sadar, kita punya tanggung jawab moral dan historis.

Kita harus bersuara lebih lantang, bergerak lebih masif, dan mendesak perubahan yang nyata. Gaza hari ini adalah luka kita bersama. Dan selama luka itu dibiarkan terbuka, dunia tak akan pernah benar-benar damai.

*Penulis merupakan Kepala Departemen Kebijakan Publik Komisariat KAMMI Sultan Thaha

Baca juga  Israel Bom Sekolah Al-Fakhoura di Gaza Utara, 80 Orang Dinyatakan Tewas
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru